Malang (beritajatim.com) – Di awal bulan Ramadan sejumlah harga kebutuhan pokok merangkak naik. Permintaan daging ayam dan telur ayam yang tinggi ditengarai menjadi salah satu penyebab naiknya 2 komoditas bahan pokok ini.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Elfiatur Roikhak mengatakan, meski kenaikan diperkirakan mencapai 10 hingga 15 persen namun secara keseluruhan masih tergolong stabil. Tradisi megengan di awal Ramadan menjadi salah satu faktor tingginya permintaan ayam, telur hingga beras.
“Tapi harganya masih di range Harga Acuan Penjualan (HAP),” kata Elfiatur.
Sebagai salah satu cara menjaga harga kebutuhan pokok tetap terkendali. Dispangtan telah menggelar gerakan pangan murah sejak 23 Januari 2026. Rencananya, gerakan pangan murah akan terus diperbanyak terutama saat bulan Ramadan.
“Saat bulan Ramadan kami intensifkan setiap hari supaya masyarakat bisa menjangkau dengan harga sesuai,” ujarnya.
Salah satu pedagang bahan pokok di Pasar Besar Malang, Afi Riskia mengatakan, kenaikan harga telur ayam sekitar Rp2 ribu. Dari sebelumnya Rp28 ribu menjadi Rp30 ribu. Dia berharap, ada langkah kongkrit dari Dispangtan Kota Malang agar harga kebutuhan pokok mulai dari daging ayam, telur ayam hingga beras kembali stabil.
“Kalau bisa Pemerintah Kota Malang memberikan stok beras medium, karena kami kadang kesulitan mencari. Selain itu, kalau bisa harga bahan pokok lain seperti gula juga diturunkan,” kata Afi. (luc/ian)






