Mojokerto (beritajatim.com) – Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi digelar di Balai Desa Plososari, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Senin (16/2/2026). Kegiatan ini bertujuan memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia.
Acara strategis tersebut menghadirkan Tenaga Ahli DPR RI, M. Sam’ani Kurniawan, yang hadir mewakili Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, M. Yahya Zaini. Sam’ani menjelaskan bahwa Badan Gizi Nasional merupakan mitra kerja Komisi IX sekaligus pelaksana program prioritas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Pihak legislatif berkomitmen penuh untuk melakukan fungsi pengawasan agar distribusi bantuan pangan ini tepat sasaran di seluruh wilayah. Penegasan ini disampaikan untuk menjamin kualitas asupan yang diterima oleh masyarakat khususnya di wilayah perdesaan.
“Kami berkomitmen untuk terus mengevaluasi, mengawasi, dan mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar berjalan dengan baik serta memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat,” ujarnya di hadapan warga.
Implementasi program ini diproyeksikan menjadi solusi konkret dalam mengatasi berbagai persoalan gizi kronis di Indonesia, terutama masalah stunting. Pemerintah berharap melalui intervensi gizi yang tepat, angka kasus stunting dapat ditekan secara signifikan dalam waktu dekat.
Program Makan Bergizi Gratis juga menjadi bagian integral dari strategi besar pemerintah dalam mewujudkan visi Generasi Emas 2045. Saat ini Indonesia tengah memasuki fase bonus demografi yang menuntut peningkatan kualitas individu agar mampu bersaing secara global.
“Jika tidak diimbangi dengan kualitas manusia yang baik, maka bonus demografi tidak akan memberikan dampak maksimal. Salah satu kuncinya adalah perbaikan gizi masyarakat,” jelas Sam’ani Kurniawan menekankan urgensi kesehatan.
Peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dianggap sebagai investasi jangka panjang yang tidak bisa ditunda demi kemajuan bangsa. Tanpa adanya pemenuhan gizi yang layak, potensi penduduk usia produktif dikhawatirkan tidak akan berkembang secara optimal.
Warga Desa Plososari tampak sangat antusias mengikuti jalannya sosialisasi dan menaruh harapan besar pada keberlanjutan program ini. Mereka berharap pemerintah konsisten menjalankan agenda ini agar dampak kesejahteraan dapat dirasakan secara merata oleh keluarga di daerah.
Kehadiran program MBG di tingkat desa diharapkan mampu meningkatkan taraf kesehatan anak-anak dan ibu hamil sebagai pilar masa depan. Sosialisasi ini menjadi langkah awal untuk memastikan seluruh elemen masyarakat memahami manfaat strategis dari kebijakan nasional tersebut. [tok/beq]






