Surabaya (beritajatim.com) – Mayapada Hospital Surabaya resmi mengoperasikan Heart & Vascular Center pada Jumat (13/2/2026).
Layanan terpadu ini menetapkan standar baru perawatan jantung dan pembuluh darah bagi masyarakat di wilayah Jawa Timur hingga Indonesia Timur.
President Director & CEO Mayapada Healthcare, Navin Sonthalia, menegaskan komitmen perusahaan dalam memperkuat ekosistem layanan. “Kami mengintegrasikan teknologi medis, keahlian klinis, kesiapan SDM, dan kolaborasi tim multidisiplin,” ujar Navin.
Direktur Mayapada Hospital Surabaya, dr. Bona Fernando, menyebut pusat layanan ini berfokus pada efektivitas penanganan pasien. “Layanan kami mencakup pembuluh darah, irama dan kelistrikan jantung, hingga struktur dan katup jantung,” jelas dr. Bona.
Pihaknya turut menghadirkan Cardiac Advisor untuk mendampingi pasien secara personal dan menyeluruh. “Pendampingan dilakukan sejak fase diagnosis, perencanaan terapi, tindakan medis, hingga proses pemulihan pasien di rumah sakit,” tambah dr. Bona.
Standar kecepatan respons medis didukung oleh keberadaan unit nyeri dada yang siaga 24 jam. Kesiapan ini diperkuat dengan capaian rumah sakit tersebut sebagai Juara Utama Code Blue tingkat Jawa Timur.
Penanganan medis dilakukan melalui sistem Cardiac Board yang melibatkan berbagai keahlian klinis secara kolaboratif. Dokter Spesialis Bedah, Yan Efrata Sembiring, menyebut pendekatan ini membantu menentukan tindakan medis paling sesuai kondisi pasien.
Terkait kasus gangguan irama jantung, dr. Rerdin Juliarto menekankan pentingnya ketepatan diagnosis dan respons. “Kondisi ini krusial sehingga memerlukan diagnosis akurat dan terapi tepat guna memberikan hasil klinis yang optimal,” ungkapnya.
Sementara itu, Dokter Spesialis Intervensi, dr. Samuel Sudanawidjaja, mengingatkan bahwa setiap prosedur medis harus terukur secara presisi. “Tindakan intervensi adalah rangkaian keputusan klinis yang membutuhkan akurasi serta koordinasi tim yang sangat solid,” tegasnya.
Sebagai bagian dari peluncuran, Mayapada Hospital Surabaya menyelenggarakan rangkaian edukasi kesehatan hingga akhir Februari 2026. Program ini menyasar komunitas dan mitra untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap deteksi dini penyakit jantung. [ipl/ted]






