Surabaya (beritajatim.com) – Dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) merancang model lingkungan penyembuhan khusus pasien kanker anak. Riset ini mengintegrasikan stimulasi multisensori adaptif untuk mendukung kondisi psikologis selama masa perawatan paliatif.
Dr. Anggra Ayu Rucitra memperkenalkan inovasi tersebut melalui disertasi doktoralnya di Departemen Arsitektur ITS. Penelitian ini menggunakan landasan teori multisensory architecture untuk menciptakan pengalaman ruang yang utuh bagi pasien.
Gagasan ini bermula dari pengamatan terhadap perjuangan pasien anak melawan kanker. Anggra menilai desain fisik fasilitas kesehatan sangat krusial dalam memengaruhi kondisi psikis serta mendukung efektivitas proses penyembuhan pasien.
Ia menekankan pentingnya dukungan lingkungan fisik terhadap kondisi mental anak. “Ruang dalam fasilitas kesehatan memengaruhi psikologis dan mendukung proses penyembuhan dalam ranah palliative care,” ungkap Anggra dikutip Jumat (13/2/2026).
Riset ini diperkuat melalui studi di Shibaura Institute of Technology, Jepang. Anggra menyusun integrasi faktor internal pasien dengan atribut fisik seperti pencahayaan, warna, material, hingga kualitas kenyamanan suhu ruang.
Secara teknis, hasil penelitian ini memberikan pedoman perancangan fasilitas kesehatan berbasis evidence-based design. Model tersebut menjadi referensi bagi arsitek untuk menciptakan lingkungan rumah sakit yang lebih suportif dan inklusif.
Anggra juga berhasil memetakan faktor multisensori spesifik yang relevan untuk ruang kemoterapi anak di Indonesia. Temuan ini diharapkan mampu mengurangi trauma visual dan sensorik yang sering dialami pasien kecil.
Inovasi ini turut mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs, khususnya pada sektor kesehatan dan pengurangan kesenjangan. Fokus utamanya adalah pemenuhan hak desain inklusif bagi kelompok anak rentan.
Penelitian masa depan diharapkan mampu memperdalam studi lingkungan penyembuhan yang lebih luas. Fokusnya tetap pada penciptaan ruang medis yang mampu mereduksi tekanan emosional bagi pasien dengan kebutuhan khusus. [ipl/aje]






