Ngawi (beritajatim.com) – Seorang kakek di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, ditemukan meninggal dunia setelah tubuhnya tersangkut di atas pohon setinggi lebih dari delapan meter. Peristiwa tragis itu terjadi saat korban mencari pakan ternak di dekat rumahnya, Desa Legundi, Kecamatan Karangjati, Kamis (12/2/2026).
Korban diketahui bernama Panut (65), warga setempat. Tangis histeris pecah saat kabar duka tersebut disampaikan kepada anak perempuan korban, Sri Utami (25). Ia bahkan sempat dipapah sejumlah warga masuk ke dalam rumah karena tidak kuasa menahan kesedihan setelah mengetahui ayahnya meninggal dunia di atas pohon.
Warga sekitar lokasi awalnya dikejutkan dengan keberadaan jasad Panut yang terlihat tersangkut di dahan pohon di pinggir jalan desa. Kondisi tersebut membuat warga panik. Untuk mengantisipasi kemungkinan korban terjatuh, warga berinisiatif memasang terpal dan kasur tepat di bawah pohon.
Polisi yang menerima laporan dari warga segera mendatangi lokasi kejadian. Mengingat posisi korban berada di ketinggian, petugas kepolisian kemudian berkoordinasi dengan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Ngawi guna membantu proses evakuasi.
Namun, sebelum proses penyelamatan dilakukan sepenuhnya, korban tiba-tiba terjatuh dari atas pohon dan mendarat tepat di atas kasur yang telah disiapkan warga. Petugas memastikan korban telah meninggal dunia.
“Kami menerima laporan dari kepolisian terkait kesulitan menurunkan korban dari atas pohon. Saat petugas baru mulai memasang tangga, korban sudah terjatuh ke bawah. Korban sebelumnya tersangkut saat mencari pakan ternak,” ujar Rochmat Angga Permadi, Kasi Penyelamatan Damkar Kabupaten Ngawi.
Kepala Desa Legundi, Suyitno, membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, korban memang sedang mencari pakan ternak sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia. “Korban memiliki riwayat sakit jantung. Warga sempat meminta bantuan damkar, namun sebelum dievakuasi korban jatuh sendiri,” kata Suyitno.
Usai dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi kejadian. Polisi juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi pertama korban ditemukan.
Pihak keluarga menolak jenazah dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Keluarga menyatakan telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan memastikan tidak ada unsur tindak pidana dalam peristiwa itu. [fiq/suf]






