Pasuruan (beritajatim.com) – Aparat kepolisian di Pasuruan kini menggandeng komunitas pengemudi ojek online untuk memperkuat sistem pengawasan situasi jalan raya di titik-titik rawan. Sinergi ini diwujudkan melalui peresmian pangkalan koordinasi khusus yang berfungsi sebagai pusat informasi lalu lintas secara real-time.
Lokasi perdana program ini dipusatkan di sekitar Simpang 4 Kancilmas Bangil mengingat tingginya mobilitas pengendara di jalur utama tersebut. Keberadaan para pengemudi ojol diharapkan mampu memberikan laporan cepat jika terjadi insiden darurat seperti kecelakaan atau pohon tumbang yang menghambat akses publik.
“Informasi yang cepat dan akurat dari mereka sangat membantu agar penanganan di lapangan bisa dilakukan secara tepat,” ujar Kasat Lantas Polres Pasuruan, AKP Derie Fradesca.
Wadah komunikasi ini dibentuk untuk memangkas birokrasi pelaporan warga yang selama ini dianggap masih membutuhkan waktu lama. Dengan memanfaatkan mobilitas ojol yang ada di setiap sudut wilayah, petugas dapat segera meluncur ke lokasi kejadian sebelum kemacetan semakin parah.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa para mitra ojol kini memegang peran strategis sebagai perpanjangan mata dan telinga petugas di area yang sulit terpantau kamera pengawas. Koordinasi informal di warung-warung pangkalan menjadi kunci utama dalam mendeteksi dini setiap potensi gangguan keamanan di jalanan.
“Wakjolmas adalah bentuk nyata kolaborasi Polri dan masyarakat dalam menciptakan lalu lintas yang aman dan lancar,” tegas Kapolres Pasuruan, AKBP Harto Agung Cahyono.
Unit Kamsel Satlantas bertanggung jawab penuh dalam membina komunitas ini agar informasi yang disampaikan tetap valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Selain pelaporan insiden, program ini juga menjadi sarana edukasi bagi para pengemudi untuk tetap memprioritaskan keselamatan berkendara saat mengejar target pesanan.
Ke depan, model kolaborasi berbasis komunitas ini direncanakan akan diperluas ke beberapa kecamatan lain di wilayah hukum Polres Pasuruan. Langkah inovatif ini diharapkan mampu menciptakan budaya saling peduli antar pengguna jalan demi kenyamanan bersama di wilayah Kabupaten Pasuruan. [ada/aje]






