Mojokerto (beritajatim.com) – Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Mojokerto pada, Rabu (11/2/2026) sore menyebabkan banjir luapan Sungai Marmoyo di Kecamatan Kemlagi. Sedikitnya 50 rumah warga terdampak akibat meningkatnya debit air saluran irigasi dan sungai.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Abdul Khakim mengatakan, banjir terjadi sekitar pukul 17.45 WIB setelah hujan turun cukup lama berdasarkan pantauan aplikasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda.
“Berdasarkan pantauan cuaca, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berlangsung cukup lama sehingga debit air di saluran irigasi dan sungai meningkat dan meluap ke permukiman warga. Yakni di Desa Pandankrajan dan Desa Mojogebang, Kecamatan Kemlagi,” ungkapnya, Kamis (12/2/2026).
Lokasi terdampak berada di Desa Pandankrajan serta Dusun Dempol Lor RT 1, 2, dan 3 RW 01 Desa Mojogebang, Kecamatan Kemlagi. Di Desa Pandankrajan, ketinggian air sempat mencapai 15–20 sentimeter di jalan desa. Sementara di Madrasah Ibtidaiyah Miftahun Najah, air masuk dengan ketinggian sekitar 20–25 sentimeter.
Sedangkan di Dusun Dempol Lor, air menggenangi jalan desa setinggi 20–30 sentimeter. Sebanyak 50 rumah warga terdampak dengan ketinggian air di dalam rumah berkisar 10–15 sentimeter. Selain itu, sekitar 20 hektare area persawahan yang ditanami padi dan tebu turut terdampak luapan air.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Mojokerto langsung menuju lokasi untuk melakukan asesmen dan pendataan terhadap warga terdampak. Petugas juga melakukan pemantauan terhadap perkembangan tinggi muka air.
“Sekitar pukul 23.15 WIB, tren air mulai turun perlahan. Saat ini kondisi di jalan desa dan rumah warga sudah surut total. Kami tetap melakukan pemantauan untuk mengantisipasi kemungkinan hujan susulan,” jelasnya.
BPBD Kabupaten Mojokerto mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat hujan dengan durasi lama, serta segera melapor apabila terjadi peningkatan debit air yang berpotensi menimbulkan banjir kembali. [tin/aje]






