Sampang (beritajatim.com) – Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta-KP) Kabupaten Sampang, Suyono, berkomitmen mengganti rugi satu unit hand tractor yang hilang di lingkungan kantornya meski kasus tersebut masih dalam penyelidikan polisi. Langkah proaktif ini diambil sebagai wujud tanggung jawab institusi karena aset alat mesin pertanian (alsintan) tersebut raib sebelum sempat diserahkan kepada kelompok tani.
Pihak dinas merasa bertanggung jawab penuh mengingat posisi unit traktor merek Kubota tersebut berada di area internal kantor saat dinyatakan hilang. “Langkah ini kami ambil sebagai bentuk tanggung jawab kami, disebabkan mesin yang hilang masih berada dilingkungan Dinas Pertanian,” ujar Suyono, Rabu (11/2/2026).
Saat ini, Disperta-KP Sampang tengah menunggu rekomendasi resmi dari Bupati Sampang untuk merealisasikan penggantian unit tersebut. Proses administrasi ini juga melibatkan pemeriksaan menyeluruh dari pihak Inspektorat Kabupaten Sampang guna memastikan akuntabilitas pelaporan aset.
“Dinas siap mengganti sesuai rekomendasi Bupati Sampang,” tegas Suyono dengan lugas saat memberikan keterangan kepada awak media. Ia memastikan bahwa hak-hak petani tidak akan terabaikan meskipun terjadi insiden pencurian di area perkantoran pemerintah.
Menariknya, Suyono memastikan bahwa anggaran penggantian unit baru tersebut tidak akan membebani APBD maupun dana pemerintah lainnya. Keputusan ini diambil agar tidak terjadi penyalahgunaan anggaran daerah untuk menutup kerugian akibat kelalaian internal atau tindak kriminal.
“Penggantian akan dilakukan melalui dana internal sebagai bentuk tanggung jawab institusi agar kelompok tani yang terdampak tidak mengalami kerugian,” tambahnya. Strategi ini diharapkan menjadi solusi cepat agar distribusi bantuan alat pertanian kepada masyarakat tidak terhambat lebih lama.
Sebagai informasi, satu unit hand tractor bantuan tersebut dilaporkan raib secara misterius di area belakang kantor Disperta-KP Sampang pada Sabtu (28/12/2025). Lokasi kejadian yang berada di lingkungan dinas membuat insiden ini menjadi perhatian publik dan memicu penyelidikan intensif dari pihak kepolisian.
Hingga saat ini, aparat penegak hukum masih terus mendalami berbagai kemungkinan dan mencari jejak pelaku pencurian aset negara tersebut. Penataan keamanan di lingkungan kantor Disperta-KP juga dilaporkan mulai diperketat guna mencegah kejadian serupa terulang kembali di masa depan. [sar/beq]






