Malang (beritajatim.com) – Tiga mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Brawijaya (UB) terpilih untuk menjalankan internship research bergengsi di Intelligent Media Systems Laboratory, SANKEN, Osaka University, Jepang.
Keberangkatan mereka merupakan bagian dari program UB Student Academic Research Scheme (UB STARS), sebuah inisiatif strategis universitas untuk mencetak peneliti muda yang mampu bersaing di ekosistem riset global.
Ketiga mahasiswa yang terpilih adalah Muhammad Rifqi Fauzi, Putu Wahyu Kusuma, dan Josh Alevshan. Mereka berasal dari kombinasi jenjang Program Magister Ilmu Komputer dan Program Studi Teknik Informatika.
Selama 30 hari, terhitung sejak 26 Januari 2026, mereka melakukan riset mendalam mengenai pengembangan teknologi Deep Learning.
Fokus riset masing-masing mahasiswa berbeda. Muhammad Rifqi Fauzi, meneliti implementasi Generative AI, teknologi yang kini tengah menjadi tren global. Putu Wahyu Kusuma, mengkaji multimodal medicine, integrasi data medis kompleks untuk diagnosa yang lebih akurat.
Sementara itu, Josh Alevshan, berfokus pada deteksi manusia menggunakan model Deep Learning konvolusional (Convolutional Neural Networks). Riset ini dimentori langsung oleh Prof. Yuta Nakashima, seorang pakar dunia di bidang intelligent media dan kecerdasan buatan dari Osaka University.
Josh Alevshan mengungkapkan bahwa ide riset yang mereka bawa mendapatkan sambutan hangat dari pihak laboratorium di Jepang. Menurutnya, Prof. Yuta menilai topik yang diangkat mahasiswa FILKOM UB memiliki potensi besar dan masuk dalam kategori riset state-of-the-art.
“Prof. Yuta menilai riset kami memiliki prospek yang menarik. Meski masih memerlukan pendalaman metodologi, pihak laboratorium melihat ini sebagai kontribusi penting dalam pengembangan teknologi AI di masa depan,” ujar Josh.
Keberhasilan program ini tidak lepas dari peran Dr. Eng. Novanto Yudistira, S.Kom., M.Sc., selaku dosen pembimbing. Beliau menjelaskan bahwa program UB STARS ini merupakan bentuk nyata dari implementasi kerja sama internasional yang kuat.
“Kegiatan ini didukung penuh oleh Osaka University, mulai dari fasilitas laboratorium hingga akomodasi. Ini adalah buah dari International Agreement (IA) dan Memorandum of Agreement (MoA) antara UB dan Osaka University, yang saat ini menduduki jajaran QS Top 100 World Universities,” tegas Dr. Novanto.
Program ini diharapkan tidak hanya menjadi pengalaman sesaat bagi mahasiswa, tetapi juga mampu mengakselerasi penguasaan teknologi AI di Indonesia. Selain memperluas jejaring akademik internasional, langkah ini menjadi bukti komitmen FILKOM UB dalam meningkatkan kualitas Tridarma Perguruan Tinggi. (dan/ted)






