Surabaya (beritajatim.com) – Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, mengungkap Sebanyak 197.594 kepala keluarga di Surabaya tercatat belum ditemukan dalam pembaruan Program Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) hingga akhir Januari 2026. Angka itu muncul dari total 1.026.192 KK dan menjadi perhatian serius DPRD Surabaya.
“Per akhir Januari, masih terdapat sekitar 197.594 KK yang tidak ditemukan dari total 1.026.192 KK di Surabaya,” kata Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, saat reses di Banjarsugihan, Rabu (11/2/2026).
Politisi Gerindra yang akrab disapa Cak Yebe ini menjelaskan, lebih dari 100 ribu KK yang belum terdata diduga berkaitan dengan perpindahan penduduk antar kecamatan tanpa konfirmasi alamat baru. Situasi ini, menurut dia, berpotensi memengaruhi ketepatan sasaran program sosial pemerintah.
“Lebih dari 100.000 KK diduga karena terjadi migrasi lintas kecamatan di Surabaya dan tidak melakukan konfirmasi perpindahan alamat tempat tinggal,” ujar Wakil Ketua DPC Gerindra Surabaya ini.
Menurut dia, pembaruan data sosial ekonomi menjadi fondasi penting dalam penyusunan kebijakan bantuan dan perlindungan sosial. Tanpa data yang akurat, ada risiko warga yang berhak justru tidak tercatat.
“Kami ingin data ini benar-benar akurat supaya tidak ada warga yang tertinggal dari program sosial,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Cak Yebe juga mengajak masyarakat berperan aktif membantu proses pendataan. Oleh karena itu, dia meminta warga segera melapor jika mengetahui ada keluarga atau tetangga yang belum disurvei.
“Saya menghimbau kepada warga untuk turut aktif menyampaikan kepada keluarga dan tetangganya, apabila ada yang belum disurvei oleh surveyor agar segera mengkonfirmasi kepada ketua RT setempat,” katanya.
Dia berharap keterlibatan warga dapat mempercepat pemutakhiran DTSEN di Surabaya. “Kalau kita bergerak bersama, data akan cepat lengkap dan program pemerintah bisa benar-benar dirasakan warga yang membutuhkan,” pungkas Cak Yebe.[asg/ted]






