Tuban (beritajatim.com) – Kasus penganiayaan yang menimpa 4 pegawai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di jalan Cokrokusumo Parengan – Bojonegoro, tepatnya di Desa Parangbatu, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban oleh seorang yang diduga oknum Pegawai Kecamatan yang terekam kamera CCTV akhirnya diamankan oleh Satreskrim Polres Tuban.
Diketahui, sebelumnya kasus tersebut terjadi pada Sabtu 7 Februari 2026 sekitar pukul 18.45 Wib, bermula saat diduga pelaku atau pengemudi kendaraan mobil berwarna hitam tidak sabar untuk mengantre pengisian BBM dan langsung melakukan penganiayaan terhadap operator yang bertugas berinisial VPF (23) asal Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban.
Lalu datang saksi kedua seorang mandor SPBU berinisial AN (32) yang berniat melerai dan menanyakan apa permasalahan juga justru menjadi amukan oknum pegawai kecamatan tersebut. Termasuk 2 korban pegawai SPBU lainnya yang mencoba melerai juga menjadi korban.
Dari 4 korban tersebut, inisial P masih menjalani perawatan di RS Bojonegoro, mengingat mengalami luka cukup parah dan harus operasi hidung dikarenakan patah. Sehingga, pada Senin 9 Februari 2026 malam pelaku berinisial J yang merupakan oknum pegawai Kecamatan diamankan polisi.
Kapolres Tuban AKBP Alaiddin membenarkan adanya pelaku diamankan dan saat ini masih proses pemeriksaan lebih lanjut oleh Satreskrim Polres Tuban.
“Masih proses pemeriksaan mbak,” ujar AKBP Alaiddin. Selasa (10/02/2026).
Terpisah, mandor SPBU Parengan, Ali Nasroh menyampaikan kondisi bapak Prasojo saat ini masih di rawat di RSUD Umum Bojonegoro, akibat patah hidung. Sedangkan, dirinya dan 2 korban lain mengalami luka ringan.
“Yang parah ya bapak Prasojo itu, awalnya berniat melerai tapi terus dipukul,” kata Ali Nasroh. [dya/aje]






