Situbondo (beritajatim.com) – Cuaca ekstrem berupa angin puting beliung menerjang wilayah Desa Selobanteng, Kecamatan Banyuglugur, Kabupaten Situbondo, Sabtu, 7 Februari 2026 sekitar pukul 18.00 WIB. Akibat kejadian tersebut, delapan rumah warga rusak.
Koordinator Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kabupaten Situbondo, Puriyono, mengatakan angin puting beliung terjadi di dua dusun, yakni Dusun Bunut dan Dusun Jatian.
“Angin puting beliung melanda Dusun Bunut RT 001 dan RT 002 RW 003 serta Dusun Jatian RT 001 RW 004. Dampaknya, sejumlah rumah warga mengalami kerusakan pada bagian atap, khususnya genteng dan asbes yang berjatuhan,” kata Puriyono, Minggu, 8 Februari 2026.
Puriyono menegaskan, dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka. Seluruh warga juga dilaporkan tidak mengungsi.
“Korban nihil. Tidak ada luka-luka maupun korban meninggal dunia. Kerusakan yang terjadi masuk kategori rusak ringan,” jelasnya.
Berdasarkan data sementara BPBD Situbondo, di Dusun Bunut terdapat enam rumah terdampak, sementara di Dusun Jatian dua rumah. Seluruh bangunan yang terdampak merupakan rumah semi permanen dengan estimasi kerugian berkisar antara Rp500 ribu hingga Rp750 ribu per rumah. Total rumah terdampak sebanyak delapan unit.
Tim Pusdalops dan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Situbondo langsung turun ke lokasi kejadian untuk melakukan peninjauan, asesmen awal, serta koordinasi dengan unsur terkait, mulai dari kecamatan, TNI-Polri, pemerintah desa, hingga relawan.
“Kami sudah melakukan kaji cepat untuk mendata kerusakan dan kebutuhan pasca bencana. Selanjutnya akan dilakukan tahap Jitupasna serta penyaluran bantuan logistik sesuai kebutuhan di lapangan,” ujar Puriyono.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi di wilayah Situbondo dan sekitarnya.
“Cuaca ekstrem berupa angin kencang disertai hujan masih berpotensi terjadi. Masyarakat kami imbau tetap waspada dan segera melapor jika terjadi kondisi darurat,” pungkasnya. (awi/aje)






