Jember (beritajatim.com) – Kasus keracunan yang dialami ratusan siswa dan guru SMP Negeri 1 Umbulsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, membuat Bupati Muhammad Fawait geram. Dia mengancam akan mencabut izin SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) yang bekerja buruk.
“Saya akan menindak tegas, kalau memang keracunan itu akibat kelalaian pengelolaan. Bupati punya hak untuk memberikan rekomendasi mencabut izin dari MBG (Makan Bergizi Gratis) yang dikelola secara tidak profesional,” kata Fawait, Jumat (6/2/2026).
Namun Fawait percaya kejadian tersebut tidak akan mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap program MBG. “Saya yakin mayoritas masyarakat bergembira adanya MBG. Mungkin hanya sedikit yang ada masalah terkait masalah pengelolaan,” katanya.
Tercatat ada 112 orang yang menunjukkan gejala keracunan, 99 orang di antaranya adalah siswa. Gejala itu sudah terlihat sejak Rabu (4/2/2026) malam dan berlanjut hingga Kamis (5/2/2026). Mereka mengeluhkan rasa mual, muntah, hingga diare. Mereka menunjukkan gejaka keracunan itu setelah mengonsumi Makan Bergizi Gratis (MBG).
Tercatat ada 112 orang yang menunjukkan gejala keracunan, 99 orang di antaranya adalah siswa. Gejala itu sudah terlihat sejak Rabu (4/2/2026) malam dan berlanjut hingga Kamis (5/2/2026). Mereka mengeluhkan rasa mual, muntah, hingga diare. Mereka menunjukkan gejaka keracunan itu setelah mengonsumi Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pejabat Sekretaris Daerah Jember Akhmad Helmi Luqman sudah melakukan inspeksi dadakan ke Umbulsari, Jumat (6/2/2026) kemarin.
“Ada beberapa SOP (Prosedur Operasional Stanadar) yang dilewati mereka (SPPG), yaitu tidak ada sampling. Sampling ini sebagai bukti kualitas kelayakan makanan,” katanya.
Sisa makanan yang dimuntahkan siswa saat ini sudah diperiksa oleh laboratorium. “Harapan ke depan ini menjadi pembelajaran bagi, SPPG lebih ketat lagi dalam memantau kualitas layanan makanan,” kata Helmi.
Pemkab Jember akan memberikan sanksi peringatan kepada SPPG yang bertanggung menyediakan makanan di SMPN 1 Umbulsari. “(SPPG) ini masih baru. Baru kita ingatkan tertulis,” kata Helmi. Menunggu evaluasi terhadap SPPG tersebut, MBG di SMPN 1 Umbulsari dihentikan sementara selama sepekan. [wir]






