Madiun (beritajatim.com) – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menghadiri secara langsung agenda Parapatan Luhur Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun pada Jumat malam (6/2/2026). Kehadiran orang nomor dua di Jatim tersebut disambut hangat oleh jajaran pengurus dan anggota organisasi di Graha Krida Budaya, Kota Madiun.
Emil menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkomitmen penuh untuk terus mendukung keberadaan serta perkembangan organisasi pencak silat di seluruh wilayah. Langkah ini diambil karena pencak silat merupakan warisan leluhur yang menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas nasional Indonesia.
Agenda Parapatan Luhur yang digelar di Jalan Merak Nomor 10, Kelurahan Nambangan Kidul, ini merupakan momentum sakral bagi organisasi untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan. Forum tertinggi PSHT tersebut juga menjadi ajang penguatan nilai-nilai persaudaraan yang telah menjadi fondasi kuat organisasi selama satu abad lebih.
Menurut Emil, PSHT memiliki peran yang sangat strategis dalam perjalanan sejarah bangsa, terutama dalam membentuk jati diri masyarakat melalui bela diri. Organisasi ini dinilai sukses mengombinasikan aspek olahraga dengan pembentukan karakter unggul bagi setiap anggotanya di berbagai jenjang usia.
“PSHT konsisten menjaga nilai persaudaraan, kedisiplinan, dan pengabdian. Nilai-nilai ini relevan dalam memperkuat persatuan di tengah masyarakat,” ujar Emil Dardak saat menyampaikan sambutan resminya.
Ia menjelaskan bahwa ajaran falsafah Budi Luhur dalam PSHT mendorong para anggotanya untuk selalu memahami diri secara utuh, baik dari dimensi fisik maupun batin. Hal tersebut merupakan fondasi penting dalam mencetak generasi muda yang memiliki karakter tangguh dan berjiwa sosial tinggi.
PSHT juga terbukti memberikan kontribusi besar bagi Indonesia melalui lahirnya atlet-atlet pencak silat berprestasi yang mampu mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Pencak silat bukan sekadar seni bela diri tradisional, melainkan cabang olahraga prestasi yang patut terus dikembangkan secara profesional.
“Pencak silat adalah identitas bangsa. Kita ingin seni bela diri ini semakin dikenal dan dibanggakan, baik di tingkat nasional maupun internasional,” tegas mantan Bupati Trenggalek tersebut.
Emil berharap pelaksanaan Parapatan Luhur 2026 ini berjalan dengan lancar serta mampu menjadi pemantik semangat baru bagi seluruh jajaran pengurus. Ia ingin PSHT terus menjadi wadah positif yang mampu merangkul berbagai kalangan masyarakat guna memperkuat stabilitas daerah.
Kota Madiun diakui Emil sebagai pusat penting perkembangan pencak silat di Indonesia yang memiliki daya tarik budaya luar biasa. Keberlanjutan tradisi ini dipandang sebagai aset berharga yang harus dijaga demi masa depan generasi penerus bangsa.
Soliditas organisasi yang kuat diyakini akan terus memberikan dampak positif bagi pembangunan masyarakat dan memperkokoh ketahanan nasional di era global. “Dengan soliditas dan semangat kebangsaan yang dijaga, kami yakin PSHT akan terus berkontribusi positif bagi masyarakat dan negara,” pungkasnya menutup sambutan. [rbr/beq]






