Blitar (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,5 miliar untuk menyediakan seragam gratis bagi siswa asal luar daerah yang menempuh pendidikan di sekolah negeri wilayah setempat. Kebijakan ini resmi menghapus batasan domisili agar seluruh pelajar di bawah naungan Pemkot Blitar mendapatkan hak bantuan pendidikan yang setara mulai tahun ini.
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Blitar, Dindin Alinurdin, menyatakan program ini bertujuan menyamakan hak seluruh siswa di sekolah negeri tanpa memandang status kependudukan. Langkah inklusif tersebut merupakan komitmen pemerintah dalam menciptakan keadilan sosial pada sektor pendidikan di Kota Proklamator.
“Mulai tahun ini tidak ada lagi perbedaan. Siswa warga Kota Blitar maupun luar kota tetap bisa menerima bantuan pendidikan selama mereka bersekolah di sekolah negeri di Kota Blitar,” ujar Dindin pada Kamis (5/2/2026).
Penghapusan sekat administratif ini diprediksi akan menambah jumlah penerima manfaat sebanyak 500 siswa dari berbagai tingkatan. Target sasaran mencakup pelajar pada jenjang Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri.
Pihak Dispendik saat ini tengah melakukan kajian mendalam agar penambahan kuota ini tidak mengganggu pos anggaran pendidikan lainnya. Meskipun beban anggaran meningkat, pemerintah menjamin program prioritas ini tetap berjalan optimal bagi seluruh peserta didik.
“Penambahan jumlah penerima tentu berpengaruh terhadap beban anggaran. Kami sedang melakukan kajian secara matang agar kebijakan ini tetap berjalan optimal,” jelas Dindin saat memberikan keterangan resmi.
Saat ini, Pemkot Blitar tengah berpacu menyempurnakan regulasi baru sebagai landasan hukum penyaluran bantuan lintas daerah tersebut. Upaya ini dilakukan agar kebijakan pemberian seragam bagi siswa non-kota tidak menimbulkan temuan hukum atau masalah administratif di masa depan.
Dispendik terus berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk menuntaskan aturan teknis sebelum tahun ajaran baru dimulai. Sinergi ini diharapkan dapat memastikan distribusi seragam gratis berlangsung transparan dan tepat sasaran bagi ratusan siswa asal kabupaten yang bersekolah di kota. [owi/beq]






