Kediri (beritajatim.com) – Pemerintah Kota Kediri menggelar Rembuk Stunting tingkat kecamatan sebagai wadah merumuskan rencana aksi percepatan penurunan stunting secara terpadu. Pada Rabu (4/2/2026), kegiatan tersebut dilaksanakan di Kecamatan Mojoroto dan dibuka langsung oleh Camat Mojoroto, Abdul Rahman.
Dalam sambutannya, Abdul Rahman menyampaikan bahwa Kota Kediri berhasil meraih peringkat ke-2 sebagai daerah berkinerja baik dalam pencegahan dan penurunan stunting Tahun 2025 dari total 197 kabupaten/kota se-Indonesia. Capaian tersebut dinilai tidak lepas dari sinergi yang terjalin antara pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan.
Lebih lanjut, Abdul Rahman menjelaskan tren stunting di Kota Kediri terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Pada Tahun 2025, prevalensi stunting tercatat sebesar 4,6 persen, menurun dibandingkan Tahun 2024 yang berada di angka 4,9 persen.
Sebagai agenda tahunan, Rembuk Stunting diharapkan mampu menghasilkan komitmen bersama serta perencanaan yang konkret dalam upaya menurunkan prevalensi stunting di Kota Kediri ke depan.
Abdul Rahman juga menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Kediri atas kebijakan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk balita posyandu yang diterapkan pada Tahun 2026 dengan nilai Rp15 ribu per paket. Kebijakan tersebut dinilai strategis dalam mendukung pemenuhan gizi balita.
“Terima kasih untuk Mbak Walikota Kediri atas kebijakan pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk balita posyandu. Semoga upaya ini bisa membantu mengentaskan stunting yang ada di Kota Kediri, khususnya Kecamatan Mojoroto,” jelasnya.
Untuk mendukung efektivitas program tersebut, Kecamatan Mojoroto akan bersinergi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar PMT yang diberikan di posyandu dapat disesuaikan dengan kebutuhan gizi masing-masing sasaran.
Selain itu, kolaborasi dengan 24 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kota Kediri juga terus diperkuat. Langkah ini dilakukan untuk mengidentifikasi sasaran stunting 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, agar pemenuhan gizinya dapat dilakukan secara optimal.
“Harapannya, anak-anak di Kota Kediri dapat tumbuh menjadi generasi yang tangguh, sehat, dan kuat, serta tidak muncul lagi kasus stunting,” pungkasnya. [nm/but]






