Surabaya (beritajatim.com) – Ketangguhan perusahaan di tengah disrupsi dan ketidakpastian bisnis tidak semata ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh kekuatan psikologis sumber daya manusia di dalamnya.
Hal tersebut menjadi fokus utama disertasi Bambang Haryanto, S.Psi., M.Si., yang berhasil meraih gelar Doktor di Universitas Airlangga (Unair).
Bambang mempertahankan disertasinya dalam Ujian Doktor Terbuka (UDT) Program Studi Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM), Sekolah Pascasarjana Unair, yang digelar di Kampus B Unair, Selasa (3/2/2026).
Sidang terbuka tersebut dipimpin oleh Wakil Direktur I Sekolah Pascasarjana Unair, Prof. Dr. Drs. H. Jusuf Irianto, M.Com.
Dalam ujian itu, Bambang mengusung disertasi berjudul “Pengaruh Knowledge Capability dan Transformational Leadership Terhadap Productive Behavior dengan Organizational Change Capability dan Psychological Capital Sebagai Intervening Pada PT Distribusixxx.”
Dalam penelitiannya, Bambang menyoroti tantangan industri distribusi berskala nasional yang kian kompleks pascapandemi. Ia menegaskan bahwa produktivitas karyawan tidak dapat dibangun hanya melalui instruksi struktural atau kepemimpinan satu arah.
“Perusahaan membutuhkan integrasi antara kapabilitas pengetahuan dan kepemimpinan transformasional. Namun, keduanya tidak akan efektif tanpa ditopang oleh kemampuan organisasi dalam beradaptasi dan modal psikologis individu,” ujar Bambang dalam pemaparannya.
Ia menjelaskan, modal psikologis seperti optimisme, efikasi diri, harapan, dan ketangguhan mental menjadi faktor kunci agar karyawan mampu bertahan dan tetap produktif di bawah tekanan perubahan.
“Tanpa fondasi psikologis yang kuat, proses transformasi organisasi berpotensi mengalami resistensi dan stagnasi,” tambahnya.
Penelitian tersebut juga menawarkan model integratif yang dinilai relevan bagi pengembangan SDM di Indonesia, khususnya dalam membangun organisasi yang agile dan resilien menghadapi dinamika global.
Sementara itu, Ketua Sidang Prof. Dr. Drs. H. Jusuf Irianto, M.Com., menilai disertasi Bambang memberikan kontribusi signifikan, baik secara teoritis maupun praktis.
“Disertasi ini memperkaya kajian pengembangan sumber daya manusia dengan menempatkan manusia sebagai aktor utama perubahan organisasi,” katanya.
Setelah melalui sesi tanya jawab mendalam bersama tim penguji dan promotor yang terdiri dari Prof. Dr. Suryanto, M.Si., Psikolog dan Dr. Yetty Dwi Lestari, S.E., MT, Bambang Haryanto dinyatakan lulus dengan predikat Sangat Memuaskan.
Pencapaian akademik tersebut menjadi tonggak penting bagi Bambang sekaligus diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi dunia industri dan pengembangan SDM nasional di tengah era ketidakpastian. (ted)






