Lamongan (beritajatim.com) – Madrasah Ibtidaiyah Maslakul Huda kembali menggelar Masda English Festival (MEF) 2026 yang berlangsung meriah di area Masda Sport Center Pondok Pesantren Maslakul Huda, Dengok, Kecamatan Paciran, Lamongan, Minggu (1/2/2026).
MEF merupakan program tahunan yang kali ini telah memasuki tahun kelima. Kegiatan ini sukses menarik antusiasme peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Suasana meriah langsung terasa sejak pembukaan. Puluhan siswa tampil dalam tarian massal yang enerjik. Lalu disusul aksi penuh keberanian dari Pasukan Baris-Berbaris (Pasbramas) MI Maslakul Huda.
Beragam penampilan kreatif lainnya juga turut ditampilkan, seperti kesenian pagar nusa dan suara merdu dalam nyanyian lagu islami. Penampilan tersebut semakin menegaskan bahwa MEF bukan sekadar ajang lomba, melainkan panggung ekspresi dan bakat generasi muda.
Ketua MEF 2026, Thowaf Muslim, menjelaskan bahwa inovasi menjadi kunci utama keberlangsungan festival ini, hingga terbukti festival ini sudah berlangsung sampai kelima kalinya.
“Secara rangkaian, acaranya hampir sama setiap tahun. Namun tema dan jenis perlombaan selalu kami sesuaikan dengan tren yang dekat dengan dunia anak. Tahun ini, karena anak-anak sedang gemar bermain clay, kami menghadirkan Clay-Painting Competition,” jelasnya.
Pada MEF 2026, panitia membuka tiga cabang perlombaan, yakni Clay-Painting, Tahfidz, dan Singing Competition. Seluruh lomba tersebut diperuntukkan bagi peserta TK A–B se-Provinsi Jawa Timur.
Antusiasme peserta pun terbilang tinggi. Hampir 150 siswa dari berbagai kota, kecamatan, hingga pelosok desa turut ambil bagian.
“Ini menjadi pertanda bahwa MI Maslakul Huda semakin dikenal dan dipercaya oleh masyarakat luas,” ujar Irfaniyah, Kepala MI Maslakul Huda.
Tak hanya lomba, MEF 2026 juga dimeriahkan dengan Bazar Kreatif hasil kolaborasi dengan para wali murid. Mengusung tema Fairy Tale, area bazar disulap bak negeri dongeng yang penuh warna dan keceriaan. Anak-anak tampak antusias menikmati suasana yang sarat imajinasi.
“Tema bazarnya sangat menarik. Saya melihat anak-anak terlihat sangat bahagia. Saat tampilan tari pun tadi saya lihat para peserta lomba juga sangat antusias, sampai sebagian terlihat ikut menari kecil,” tutur Irfaniyah.
Menambah kemeriahan acara, MEF 2026 turut menghadirkan dua influencer, yakni Fitri Sasmita, konten kreator asal Lamongan, serta Mr. Yunus Coksun, native speaker asal Turki yang juga bergelut di dunia per-kontenan. Kehadiran keduanya sukses menyedot perhatian pengunjung dan membuat suasana bazar semakin hidup.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, MEF 2026 tidak lagi menghadirkan sesi talkshow. Sebagai gantinya, panitia memilih kegiatan yang lebih interaktif, selaras dengan tema besar yang diusung tahun ini, “Speak English, Spark The Magic”.
Melalui konsep acara dan tema tersebut, Masda English Festival 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang belajar, bermain, dan berkolaborasi yang meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta dan pengunjung. (fak/ted)






