Blitar (beritajatim.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar terpaksa memutar otak akibat minimnya alokasi anggaran pada tahun 2026 yang hanya menyentuh angka Rp750 juta. Dana tersebut dipastikan tidak murni untuk penanganan kedaruratan karena harus terbagi untuk berbagai kebutuhan operasional internal kantor.
Besaran anggaran tersebut masih harus dipotong untuk pembiayaan gaji pegawai paruh waktu serta biaya operasional harian dinas. Kondisi ini membuat dana yang benar-benar tersisa untuk kebutuhan kesiapsiagaan bencana daerah hanya menyisakan nominal Rp300 juta saja.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Blitar, Wahyudi, menyatakan bahwa realitas ini sangat menyesakkan ruang gerak tim di lapangan. Tantangan ini semakin berat mengingat ancaman bencana hidrometeorologi diprediksi masih akan berlangsung hingga April 2026 mendatang.
“Kalau anggaran sampai April insyaallah masih karena jangan didoakan ada bencana yang lebih besar, tahun anggaran ini akan kami kelola lebih baik,” ungkap Wahyudi, Jumat (30/1/2026).
Pihak BPBD mengaku tetap berupaya optimis bahwa dana Rp300 juta tersebut akan mencukupi kebutuhan teknis hingga masa puncak cuaca ekstrem berakhir. Namun, keterbatasan finansial ini membuat pemerintah daerah seolah-olah hanya bisa bersandar pada keberuntungan agar tidak terjadi musibah besar.
Risiko kekurangan anggaran menjadi ancaman nyata yang dapat menghambat proses evakuasi maupun distribusi bantuan logistik jika terjadi bencana berskala masif. Situasi pelik ini sangat tidak diharapkan oleh semua pihak mengingat Kabupaten Blitar memiliki riwayat kerawanan bencana yang cukup tinggi setiap tahunnya.
Untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk, BPBD berencana memperkuat komunikasi dengan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadi satu-satunya jalan keluar untuk mendapatkan dukungan sumber daya tambahan saat kondisi darurat terjadi.
“Tentunya kita akan berkoordinasi dengan BPKAD dan OPD lain, saya minta doanya agar Kabupaten Blitar tentunya jauh dari bencana,” pungkas Wahyudi. [owi/beq]






