Surabaya (beritajatim.com) – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) gelar inisiatif bertajuk “Bakti GoTo untuk Negeri: Empat Dukungan Nyata untuk Kesejahteraan Mitra”, perusahaan asli Indonesia ini meluncurkan program perlindungan dan pengembangan masa depan bagi jutaan mitra driver beserta keluarganya.
Langkah proaktif ini hadir sebagai respons konkret atas arahan Presiden RI Prabowo Subianto dalam meningkatkan standar perlindungan pekerja di seluruh sektor. Tidak tanggung-tanggung, program ini mencakup aspek perlindungan sosial, apresiasi finansial, akses lapangan kerja, hingga mobilitas ekonomi lintas generasi melalui pendidikan.
CEO GoTo, Hans Patuwo, menyatakan bahwa fokus perusahaan kini bergeser dari sekadar penyedia platform menjadi penggerak kesejahteraan yang berkelanjutan.
“Bagi GoTo, kesejahteraan mitra bukan hanya soal pendapatan harian, tetapi juga rasa aman, penghidupan yang layak, serta kesempatan untuk terus maju bersama keluarga. Kami percaya pertumbuhan GoTo harus berjalan seiring dengan pengembangan para mitra,” ujar Hans dalam peluncuran resmi yang dihadiri oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi.
Program Bakti GoTo untuk Negeri dirancang secara holistik melalui empat pilar utama yang menyasar kebutuhan fundamental mitra:
* Perlindungan Sosial Gratis: GoTo menjadi pelopor industri dengan memberikan manfaat BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan secara gratis bagi ratusan ribu “Mitra Juara” (mitra terbaik). Program yang sukses diuji coba di Surabaya ini akan berlaku secara nasional mulai 1 Februari 2026.
* Bonus Hari Raya (BHR): Melanjutkan tradisi tahun sebelumnya, GoTo kembali mengalokasikan bonus finansial bagi mitra yang memenuhi kriteria untuk membantu mereka merayakan momen Ramadan dan Idulfitri dengan lebih tenang.
* Bursa Kerja Mitra Gojek: Inovasi terbaru ini membuka pintu karier profesional bagi mitra dan anggota keluarga yang memiliki ijazah D3 atau S1. Bekerja sama dengan Jobseeker Company, mereka diberikan akses khusus ke lowongan kerja lintas sektor, bantuan pembuatan CV, hingga simulasi wawancara.
* Beasiswa & Usaha Mitra Swadaya: Tahun ini, kuota beasiswa melalui Yayasan GoTo Merah Putih (YGMP) melonjak drastis lima kali lipat menjadi 150 penerima. Menariknya, beasiswa kini tidak hanya menyasar anak mitra, tetapi juga sang mitra sendiri. Selain itu, program “Usaha Mitra Swadaya” memberikan modal keterampilan bagi mitra untuk membuka bisnis sampingan seperti bengkel atau warung.
Inisiatif ini mendapat sambutan hangat dari jajaran kabinet. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengapresiasi langkah GoTo dalam memfasilitasi jaminan kesehatan bagi pekerja sektor informal, sementara Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM Temmy Satya Permana melihat program ini sebagai katalisator dalam memperkuat daya saing UMKM berbasis kemitraan.
Dengan cakupan program yang menyentuh ranah pendidikan hingga kewirausahaan, GoTo membuktikan bahwa ekosistem digital yang kuat adalah ekosistem yang inklusif. Melalui Bakti GoTo untuk Negeri, perusahaan tidak hanya menjaga roda ekonomi tetap berputar di jalanan, tetapi juga membangun fondasi yang kokoh bagi masa depan generasi penerus keluarga Indonesia.[rea]






