Blitar (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar resmi meraih penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Awards Kategori Utama setelah mencatatkan tingkat kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mencapai 100 persen pada Rabu (28/01/2026). Prestasi gemilang ini mengukuhkan posisi Kota Blitar sebagai daerah terbaik kedua di Jawa Timur dalam memberikan jaminan perlindungan kesehatan menyeluruh bagi masyarakat.
Tingkat keaktifan peserta di wilayah ini telah menyentuh angka 95,14 persen yang menunjukkan efektivitas program perlindungan sosial di lapangan. Data faktual tersebut membuktikan bahwa pemerintah daerah sangat serius menjamin akses kesehatan yang dapat langsung digunakan oleh warga saat dibutuhkan.
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin atau yang akrab disapa Mas Ibbin, menyebut penghargaan bergengsi ini sebagai kado spesial untuk seluruh masyarakat. Ia memberikan apresiasi tinggi kepada kolaborasi lintas sektor antara BPJS Kesehatan, Dinas Kesehatan, dan elemen warga yang telah bekerja keras.
“Kami merasa terhormat menerima penghargaan UHC Awards kategori Utama. Keberhasilan ini adalah kado untuk masyarakat Kota Blitar. Terima kasih kepada BPJS Kesehatan, Dinas Kesehatan, dan seluruh elemen masyarakat. Bagi warga yang butuh layanan kesehatan, jangan ragu lagi, gunakan fasilitas kesehatan yang tersedia secara gratis melalui JKN,” ujar Mas Ibbin pada Rabu (28/01/2026).
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kediri, Tutus Novita Dewi, memuji komitmen pemimpin daerah dalam menghadirkan perlindungan kesehatan yang inklusif. Menurutnya, keseriusan ini memastikan tidak ada lagi warga yang mengalami kesulitan berobat hanya karena kendala faktor finansial.
“Mas Wali Kota telah menunjukkan komitmen nyata bahwa tidak boleh ada lagi masyarakat yang kesulitan mengakses layanan kesehatan karena kendala biaya. Kami akan terus memperkuat sinergi agar kualitas layanan tetap terjaga dan warga merasa aman karena kepesertaannya tetap aktif,” tegas Tutus.
Manfaat nyata dari kebijakan jaminan kesehatan paripurna ini dirasakan langsung oleh Muhammad Baeduri yang merupakan warga segmen penerima bantuan iuran daerah. Pria berusia 60 tahun tersebut menceritakan kemudahan akses yang ia dapatkan saat harus menjalani tindakan medis dalam kondisi darurat.
“Waktu itu saya langsung ke fasilitas kesehatan dan cukup menunjukkan KTP. Karena status saya aktif, prosesnya sangat mudah, tanpa birokrasi berbelit dan tidak ada biaya sepeser pun yang keluar. Saya sangat terbantu oleh Pemerintah Kota Blitar,” ungkap Baeduri penuh syukur. [owi/beq]






