Pamekasan (beritajatim.com) – Madura United FC menelan kekalahan pahit dengan skor 2-0 saat bertandang ke markas Persija Jakarta dalam lanjutan kompetisi Super League di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jumat (23/1/2026). Hasil ini membuat Laskar Sape Kerrab kembali gagal mendulang poin dan belum mampu menunjukkan performa terbaiknya di awal tahun ini.
Kekalahan tim asal Pulau Garam tersebut dipastikan melalui dua gol yang bersarang ke gawang mereka pada masing-masing babak. Gol pembuka Macan Kemayoran dicetak oleh Gustavo Dos Santos pada menit ke-44, disusul eksekusi penalti Maxwell Souza pada masa injury time menit 90’+11′.
Pelatih Madura United FC, Carlos Pereira, mengakui bahwa anak asuhnya tidak mengawali pertandingan dengan intensitas yang diharapkan. Strategi yang telah disusun oleh tim pelatih tidak terealisasi secara maksimal di atas lapangan hijau sepanjang paruh pertama laga.
“Sepanjang babak pertama, permainan tim kurang optimal, dan rencana yang kita siapkan tidak berjalan sesuai harapan, tapi kami bertahan dengan cukup baik,” kata Pelatih Madura United FC, Carlos Pereira, usai laga.
Memasuki babak kedua, juru taktik berkebangsaan Brasil tersebut melakukan perubahan taktik dengan merotasi sejumlah pemain kunci. Perubahan ini sempat memberikan dampak positif bagi permainan Madura United yang mulai tampil berani menekan pertahanan lawan.
Beberapa peluang berbahaya sempat tercipta untuk mengancam gawang Persija, namun penyelesaian akhir masih menjadi kendala besar. Ambisi untuk menyamakan kedudukan justru sirna setelah wasit memberikan hadiah penalti kedua bagi tuan rumah di penghujung laga.
“Saat kami mendorong tim untuk menyerang, kami justru kembali mendapat penalti,” ungkap Carlos Pereira yang terlihat kecewa dengan hasil akhir tersebut.
Pelatih berusia 43 tahun itu juga memilih untuk bersikap hati-hati saat ditanya mengenai kinerja pengadil lapangan selama pertandingan berlangsung. Ia secara tegas menghindari pertanyaan seputar kepemimpinan wasit yang memberikan beberapa keputusan krusial bagi kedua tim.
Kekecewaan juga dirasakan oleh pemain Madura United, M Taufik Hidayat, yang menyampaikan permohonan maaf kepada para suporter setia, Madura Bersatu. Ia menilai jalannya pertandingan sangat berat, terutama dengan adanya keputusan penalti yang menurutnya layak untuk dipertanyakan kembali.
“Kami minta maaf kepada fans Madura karena tidak bisa membawa pulang poin. Ini pertandingan yang tidak mudah. Ke depan ini menjadi pembelajaran agar Madura United bisa lebih baik dan lebih hati-hati,” pungkas Taufik Hidayat.
Laskar Sape Kerrab kini harus segera melakukan evaluasi menyeluruh sebelum menghadapi laga berikutnya di kompetisi Super League. Konsistensi permainan dan efisiensi di depan gawang menjadi pekerjaan rumah utama yang harus diselesaikan oleh tim pelatih dalam waktu dekat. [pin/beq]






