Pasuruan (beritajatim.com) – Masyarakat Kabupaten Pasuruan diminta untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan menyusul temuan kasus virus influenza A (H3N2) subclade K atau super flu di wilayah Jawa Timur. Satu orang warga lokal dilaporkan sempat terinfeksi virus tersebut namun kini kondisinya telah pulih sepenuhnya setelah mendapatkan perawatan medis.
Kasus ini menjadi perhatian serius otoritas kesehatan meskipun pasien yang bersangkutan sudah dinyatakan sehat dan kembali beraktivitas. Penemuan tersebut merupakan bagian dari deteksi dini yang dilakukan oleh jajaran kesehatan tingkat provinsi guna memetakan persebaran virus jenis baru ini.
Kepala Bidang P2P Dinkes Kabupaten Pasuruan, dr. Arif Junaedi, mengonfirmasi bahwa pasien tersebut merupakan warga Kecamatan Tosari yang dirawat di Malang pada September 2025. “Pasien sudah sembuh dan kami sudah melakukan pelacakan, hasilnya tidak ditemukan kasus lain di Pasuruan,” tegasnya.
Meskipun menyandang julukan super flu, karakteristik virus ini disebut memiliki kemiripan gejala dengan infeksi flu pada umumnya yang sering dijumpai masyarakat. Sejauh ini, tim medis belum menemukan adanya laporan mengenai gejala klinis yang masuk kategori sangat berat di wilayah Kabupaten Pasuruan.
Pihak dinas memastikan bahwa tingkat fatalitas dari virus jenis subclade K ini masih tergolong cukup rendah dibandingkan virus pernapasan lainnya. “Sejauh ini tidak ada kasus berat dan tingkat fatalitasnya juga relatif rendah,” kata dr. Arif menjelaskan situasi lapangan.
Langkah antisipasi kini difokuskan pada penguatan daya tahan tubuh melalui penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) di lingkungan keluarga. Masyarakat diimbau untuk rajin mengonsumsi makanan bergizi serta memastikan waktu istirahat terpenuhi demi menangkal serangan virus.
Penerapan etika saat bersin dan batuk juga menjadi poin penting yang disosialisasikan guna memutus rantai penularan di ruang publik. Pihak kesehatan meminta warga untuk tetap tenang namun tetap waspada mengingat kecepatan penyebaran virus ini sedikit lebih tinggi dari flu biasa.
Kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia disarankan untuk mendapatkan perlindungan ekstra melalui aktivitas fisik yang terukur. “Masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan dengan tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” tutup dr. Arif memberikan imbauan. [ada/aje]






