Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 200 becak listrik dibagikan kepada tukang becak di Surabaya melalui penyerahan oleh Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) di Balai Kota, Kamis (22/1/2026). Bantuan dari Presiden Prabowo Subianto ini diarahkan untuk meringankan beban kerja tukang becak lansia sekaligus membuka peluang rute yang lebih menjanjikan melalui integrasi dengan sektor pariwisata kota.
“Bantuan becak listrik menunjukkan kepedulian beliau terhadap masyarakat miskin, masyarakat dengan ekonomi rendah, dalam hal ini Bapak-bapak tukang becak yang ada di Kota Surabaya, berupa becak listrik sejumlah 200 unit,” kata Ketua DPC Gerindra Surabaya, Cahyo Harjo Prakoso, seusai penyerahan.
Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur ini menyebut bantuan tersebut menyasar realitas di lapangan, ketika banyak tukang becak berusia 60 hingga di atas 70 tahun masih mengayuh untuk bertahan hidup. Ia menilai kerja fisik berat di usia sepuh perlu didukung alat yang lebih ramah tenaga dan kesehatan.
“Ini program yang sangat luar biasa, bagaimana beliau memahami masih banyak saudara-saudara kita yang berusia sepuh, berusia lansia 60 tahun ke atas, 70 tahun ke atas, masih bekerja dan pekerjaannya menguras tenaga serta fisik, salah satunya tukang becak,” ujarnya.
Menurut dia, becak listrik bukan hanya soal alat transportasi, tetapi juga pengungkit produktivitas dan pendapatan. Cahyo berharap ada dampak langsung terhadap perekonomian keluarga para tukang becak.
“Kami harap ini bisa menjadi pembangkit semangat, penambah produktivitas, dan juga meningkatkan ekonomi tukang-tukang becak yang ada di Kota Surabaya,” katanya.
Cahyo menyebut Pemerintah Kota Surabaya berencana memfasilitasi rute yang lebih jelas dan mengaitkannya dengan jalur wisata. Skema ini diharapkan memperluas pasar becak, dari kawasan permukiman hingga pusat keramaian dan destinasi wisata.
“Pemerintah Kota Surabaya melalui Bapak Wali Kota akan memfasilitasi teman-teman tukang becak ini, diberikan rute yang baik dan juga akan terintegrasi dengan pariwisata yang ada di Kota Surabaya,” ucapnya.
Untuk memastikan bantuan tidak berhenti pada serah terima, Gerindra menggarisbawahi pentingnya pemantauan penggunaan dan kendala teknis. Koordinasi lintas pihak disebut telah disiapkan hingga tingkat kampung.
“Tadi kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah kota. Nanti ada koordinasi pemerintah kota, kami, teman-teman DPRD Kota Surabaya, yayasan, dan tim dengan instrumen yang ada di kampung-kampung seperti Babinsa dan lainnya untuk memonitor perkembangan penggunaan becak listrik ini,” ujar Cahyo.
Cahyo juga mengakui ukuran becak listrik lebih besar dan lebar, namun dinilai nyaman bagi penumpang serta cocok untuk mobilitas warga dan wisatawan. Ia menyebut becak ini memiliki peluang besar digunakan untuk kebutuhan harian hingga layanan pariwisata.
“Ini becaknya ukurannya besar dan lebar. Penumpang bisa lebih banyak. Maka, untuk pariwisata atau kepentingan warga dari perkampungan ke pasar, saya rasa ini sangat luar biasa dan nyaman bagi masyarakat kita,” pungkasnya. [asg/kun]






