Surabaya (beritajatim.com) Sejumlah pesilat yang terlibat keributan di simpang empat Deles (Jalan Arif Rahman Hakim-Merr), Sabtu (17/1/2026) kemarin sempat diamankan oleh anggota opsnal Polsek Sukolilo. Diketahui, dalam peristiwa keributan yang diklaim Kapolsek Sukolilo, AKP Sigit Wahyu terjadi karena masalah kendaraan yang saling serempet, satu anggota Reskrim jadi korban.
Keterangan para saksi di lokasi, anggota opsnal Polsek Sukolilo yang sedang berpatroli berhasil mengamankan tiga pesilat. Termasuk pesilat yang menyebabkan satu anggota terseret di aspal hingga belasan meter.
“Dari kejadian kemarin ada tiga yang diamankan. Warga yang kebetulan sedang ada di dekat lokasi juga bantu polisi amankan pelaku,” kata Kastono salah satu saksi di lokasi.
Kastono menyebut, jika pihak kepolisian dari Polsek Sukolilo sempat membubarkan aksi pengeroyokan itu dengan tembakan di udara sebanyak tiga kali. Upaya itu dilakukan untuk menyelamatkan korban yang sedang dipukuli oleh para pelaku.
“Ada suara tembakan kalo ga salah tiga kali. Itu baru bubar (pengeroyokan),” jelasnya.
Dalam peristiwa itu, satu anggota Polsek Sukolilo menjadi korban. Anggota opsnal Unit Reskrim Polsek Sukolilo itu terseret belasan meter di aspal saat akan menangkap pelaku pengeroyokan.
“Polisinya luka di bagian wajah kiri, tangan dan kaki kiri. Lukanya lumayan serius mas. Tapi, yang (pelaku) ditangkap polisi yang lain. Ada tiga orang yang diamankan,” pungkasnya.
Sementara itu, Kapolsek Sukolilo AKP Wahyu Sigit membenarkan adanya pesilat yang dibawa ke Polsek Sukolilo untuk dimintai keterangan. Total ada delapan pesilat yang dibawa ke kantor Polsek Sukolilo.
“Ada delapan yang kami bawa ke Polsek Sukolilo untuk dimintai keterangan,” kata Wahyu.
Wahyu mengungkap, jika satu pesilat yang membuat anggotanya luka di bagian wajah kiri, tangan serta kaki kiri, hingga kuku jempol kaki lepas itu juga turut dibawa ke Polsek.
“Delapan yang kami bawa ke Polsek. Termasuk satu orang yang membuat anggota keseret dan luka,” imbuh Wahyu.
Delapan orang yang dibawa ke Polsek Sukolilo itu lantas diminta membuat surat pernyataan. Mereka dimediasi oleh Polsek Sukolilo dan dipulangkan.
“Kami mediasi lalu kedua belah pihak kami pulangkan,” pungkas Wahyu.
Diketahui sebelumnya, sejumlah warga di sekitar simpang empat Deles (Arif Rahman Hakim-Merr) menyaksikan adanya bentrok yang melibatkan pesilat dari salah satu perguruan. Dalam peristiwa itu, warga menyaksikan adanya pengeroyokan yang dilakukan oleh para pesilat. Beruntung saat itu ada patroli opsnal Unit Reskrim Polsek Sukolilo yang sedang patroli.
Pengeroyokan itu bubar setelah polisi memberi tembakan peringatan tiga kali. Dalam peristiwa itu satu anggota Polsek Sukolilo yang bertugas menjadi korban usai terseret belasan meter karena berupaya menangkap pesilat yang melakukan pengeroyokan. Akibatnya, anggota itu mengalami luka di bagian tubuh sebelah kiri. [ang/aje]






