Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Narotama Surabaya melalui penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU), Rabu (14/1/2026).
Kerja sama ini ditujukan untuk memperkuat pelaksanaan tridharma perguruan tinggi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Penandatanganan MoU dihadiri Rektor Unitri Prof Dodi Wirawan Irawanto. Ini sebagai bentuk komitmen Unitri dalam memperluas jejaring akademik dan meningkatkan daya saing institusi.
Kepala Bagian Kerja Sama Dalam Negeri Unitri Noviana Yaniar SSi MM menjelaskan kerja sama ini dilandasi kesamaan visi kedua perguruan tinggi dalam peningkatan mutu pendidikan tinggi. Menurutnya, kolaborasi menjadi kebutuhan di tengah tantangan global dan tuntutan akreditasi.
“Unitri dan Universitas Narotama sama-sama memiliki visi pro patria, yaitu berkontribusi bagi kemajuan bangsa melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” kata Noviana, Sabtu (17/1/2026).
Ruang lingkup kerja sama meliputi pengembangan sumber daya manusia, pertukaran dosen dan mahasiswa, penelitian kolaboratif, serta publikasi ilmiah bersama. Kedua pihak juga membuka peluang penyelenggaraan kegiatan akademik seperti seminar, pelatihan, workshop, dan konferensi internasional.
Pasca penandatanganan MoU, kerja sama akan ditindaklanjuti melalui perjanjian kerja sama turunan di tingkat fakultas atau program studi. Sejumlah agenda yang direncanakan antara lain penelitian kolaboratif melalui hibah skema PDP, seminar bersama, konferensi internasional, dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Noviana menyebut program kolaboratif pertama ditargetkan mulai berjalan setelah seluruh dokumen teknis dan perjanjian lanjutan disepakati kedua belah pihak. Pelaksanaan awal akan difokuskan pada kegiatan penelitian dan akademik yang telah siap secara administratif.
Dalam jangka panjang, Unitri menargetkan penguatan budaya riset, peningkatan mutu akademik, serta kualitas lulusan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Kerja sama ini juga diharapkan mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama perguruan tinggi.
“Sinergi antarperguruan tinggi diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan menjawab kebutuhan masyarakat serta pembangunan nasional, terutama menghadapi bonus demografi pada 2030–2035,” ujar Noviana. [ipl/beq]






