Surabaya (beritajatim.com) – Hujan yang turun tiba-tiba, angin dingin di sore hari, hingga suhu yang sulit ditebak menjadi penanda Surabaya tengah berada di masa pancaroba.
Di tengah cuaca yang kerap berubah, menjaga daya tahan tubuh menjadi kebutuhan utama agar aktivitas tetap berjalan lancar.
Di saat seperti inilah, minuman hangat berbahan rempah kembali menemukan momentumnya. Bukan sekadar penghangat tubuh, wedang uwuh dan jahe sere kini menjadi pilihan favorit karena dipercaya mampu membantu menjaga imunitas secara alami.
Aroma jahe yang tajam berpadu dengan sereh yang segar, serta rempah-rempah khas dalam wedang uwuh, menghadirkan sensasi hangat yang menenangkan.
Tak heran jika minuman tradisional ini kembali diminati, terutama saat hujan turun atau tubuh mulai terasa kurang fit.
Barista Hotel Santika Premiere Surabaya Gubeng, Catherine Candra, menuturkan bahwa kreasi wedang uwuh dan jahe sere yang ia racik bukan sekadar minuman pelepas dingin, melainkan juga dirancang untuk mendukung kesehatan tubuh.
“Minuman ini tidak hanya memberi rasa hangat, tetapi juga kaya manfaat karena mengandung antioksidan alami. Saya membuat kreasi jahe sere dan wedang uwuh ini untuk menambah imunitas tubuh. Selain menghangatkan, kandungannya juga baik untuk kesehatan,” ujar Catherine, Kamis (15/1/2025).
Menurutnya, kedua minuman tersebut diracik dari perpaduan berbagai rempah pilihan yang telah lama dikenal dalam tradisi Nusantara. Jahe, sereh, kayu manis, hingga rempah khas lainnya memberikan cita rasa unik sekaligus efek hangat yang bertahan lama di tubuh.
“Keduanya cocok diminum saat menjelang tidur, ketika badan mulai kurang fit, atau saat hujan turun,” tambahnya.
Di tengah gaya hidup modern, kehadiran minuman herbal tradisional ini menjadi pengingat bahwa kearifan lokal masih relevan hingga kini. Sederhana, mudah dinikmati, namun sarat manfaat—wedang uwuh dan jahe sere seolah menjadi teman setia warga Surabaya dalam menghadapi cuaca yang tak menentu. (way/ted)






