Tebing setinggi kurang lebih 7 meter yang berada di Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan, longsor setelah kawasan tersebut diguyur hujan sejak Rabu (14/1/2026) sore hingga Kamis pagi. Material longsoran berupa bebatuan besar bercampur tanah dan pohon tumbang menutup akses jalan yang biasa dilalui wisatawan.
Akibat tertutupnya jalan, arus lalu lintas wisata di sekitar Telaga Sarangan sempat terganggu. Petugas gabungan dari TNI-Polri, BPBD Magetan, Perhutani, dibantu warga sekitar, langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pembersihan.
Namun, besarnya material longsoran membuat proses evakuasi tidak bisa dilakukan secara manual. Petugas akhirnya mendatangkan alat berat guna mempercepat pembersihan batu dan tanah yang menutup badan jalan.
“Hujan turun sejak sore sampai pagi, kemudian tebing ini longsor dan menutup akses jalan,” ujar Supriyanto, petugas Perhutani di lokasi kejadian.
Cuaca buruk juga berdampak langsung pada aktivitas wisata di Telaga Sarangan. Angin kencang yang melanda kawasan tersebut selama hampir dua pekan terakhir membuat speedboat tidak beroperasi demi keselamatan. Sejumlah wisatawan memilih tetap berada di penginapan dan menunda aktivitas di luar ruangan.
“Cuaca buruk sudah terasa sejak Tahun Baru. Wisatawan jadi sepi dan tidak berani keluar, apalagi sekarang akses jalan tertutup longsor,” kata Nizam Zaki, warga setempat.
Hingga Kamis siang, petugas gabungan masih terus melakukan pembersihan material longsor menggunakan alat berat. Aparat mengimbau masyarakat dan wisatawan agar tetap waspada, mengingat potensi longsor susulan masih mungkin terjadi selama curah hujan tinggi di kawasan Telaga Sarangan. [fiq/aje]