Jember (beritajatim.com) – Setelah dua kali menjadi tuan rumah fase grup dan 32 Besar, Persid Kabupaten Jember kembali menjadi tuan rumah Babak 16 Besar kompetisi sepak bola Liga 4 Jawa Timur, 19-23 Januari 2026.
Tergabung dalam Grup KK, Persid boleh dibilang berada di grup neraka. Kendati bertanding di Stadion Jember Sport Garden, perjuangan Persid bakal tak mudah menghadapi Persida Sidoarjo, Mojokerto Putra, dan Perseba Bangkalan.
Disebut grup neraka, karena empat tim yang bertarung sama-sama berstatus juara grup di fase penyisihan. Mereka tampil dahsyat di fase penyisihan.
Persida adalah juara Grup O dalam fase penyisihan. Mereka menyapu bersih empat pertandingan, mencetak 23 gol dan tak pernah kebobolan. Di Babak 32 Besar,
Demikian juga Mojokerto Putra. Menjuarai Grup N di fase penyisihan, mereka sempurna di empat pertandingan, mencetal 24 gol dan tidak kebobolan sama sekali.
Perseba Bangkalan juga menjuarai Grup E di fase penyisihan dengan menyapu bersih tiga pertandingan dan mencetak 9 gol tanpa kebobolan.
Sementara Persid menyapu bersih tiga pertandingan di Grup H dan tampil jadi juara dengan mencetak 10 gol dan kebobolan satu gol.
Di Babak 32 Besar, Perseba Bangkalan menjuarai Grup CC dengan memcetak dua kemenangan dan satu hasil imbang. Sepuluh gol dilesakkan ke gawang lawan dan hanya kebobolan satu gol.
Persida Siidoarjo juga berjaya di Grup GG dengan memenangi tiga pertandingan. Enam gol dicetak dan hanya kebobolan satu gol.
Mojokerto Putra lolos dengan status runner up Grup HH dengan catatan dua kemenangan dan satu kekalahan. Mereka mencetak lima gol dan kebobolan dua gol.
Persid Jember juga lolos ke Babak 16 Besar dengan status runner up Grup DD dengan status tak terkalahkan. Macan Raung mencetak satu kemenangan dan dua hasil imbang dengan memasukkan dua gol dan tanpa kebobolan.
Dari catatan tersebut, lini depan Persida dan Mojokerto Putra layak diwaspadai. Mereka sama-sama mencetak 29 gol dalam tujuh pertandingan yang berarti rata-rata 4,14 gol per pertandingan.
Lini serbu Perseba juga tidak kalah mengerikan. Di dua babak penyisihan grup, mereka mencetak 19 gol dalam enam pertandingan atau rata-rata 3,17 per pertandingan.
Sementara lini serang Persid macet di Babak 32 Besar dengan hanya mencetak dua gol. Total dalam enam pertandingan penyisihan grup, Macan Raung mencetak 12 gol atau rata-rata dua gol per pertandingan. Paling buncit dalam urusan produktiviitas gol.
Tajam di lini depan, tiga calon lawan Persid juga memiliki benteng pertahanan tangguh. Persida hanya kebobolan satu gol di tujuh pertandingan. Perseba kebobolan satu gol dalam enam laga, sama seperti Persid. Sementara Mojokerto Putra kebobolan dua gol di tujuh pertandingan.
Namun, Ketua Yayasan Persid Jember Baru Jember Maju Ardi Pujo Prabowo percaya diri dengan kemampuan skuatnya. “Kami menyiapkan pemusatan latihan singkat untuk memperbaiki lini yang kemarin kurang bagus, termasuk penetrasi ke gawang lawan,” katanya.
Ardi hanya berharap PSSI menyediakan pengadil yang baik di lapangan. “Saya rasa semua klub adalahyang terbaik. Kami hanya ingin wasit bisa memimpin dengan baik,” katanya. [wir]






