Blitar (beritajatim.com) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Blitar kembali bergulir normal usai jeda libur Natal dan Tahun Baru. Bahkan, pada bulan Januari 2026, program ini menunjukkan tren positif dengan bertambahnya jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi, hal ini memastikan lebih banyak siswa mendapatkan asupan nutrisi berkualitas.
Koordinator Wilayah SPPI Kota Blitar, Imam Samsudin, mengungkapkan bahwa aktivitas operasional kembali dipacu, seiring dengan cairnya anggaran serentak secara nasional pada periode 2 hingga 7 Januari 2026.
Imam menyebut Kota Blitar menunjukkan progres signifikan dalam implementasi MBG. Jika pada tahun 2025 tercatat ada 12 SPPG, kini di usai libur Natal dan Tahun Baru 2026 jumlahnya telah meningkat menjadi 15 titik pelayanan.
“Alhamdulillah, sejak 8 Januari kemarin, enam SPPG lama sudah langsung beroperasi normal, disusul tiga SPPG pada hari berikutnya. Salah satunya adalah titik baru di SPPG Kepanjenkidul 2,” ungkap Imam pada Senin (12/01/2026).
Adapun daftar SPPG yang telah melayani siswa di Kota Blitar per pekan ini meliputi:
Kloter 8 Januari: SPPG Tlumpu, Tanggung, Plosokerep 2, Sananwetan, Gedog, dan Tanjungsari.
Kloter 9 Januari: SPPG Bendogerit 1, Plosokerep 1, dan SPPG Kepanjenkidul 2 (Baru).
Rencana 12 Januari: SPPG Pakunden, Kepanjenkidul 1, Sentul, Blitar, dan Bendo.
Meski tren menunjukkan peningkatan, Imam memberikan catatan terkait SPPG Kauman (SPPG Polres Blitar Kota 01). Sedianya, SPPG baru tersebut mulai beroperasi hari ini, Senin (12/1). Namun, jadwal tersebut terpaksa digeser.
“Setelah kami konfirmasi ulang, operasional SPPG Kauman ditunda sementara dikarenakan sekolah penerima manfaat sedang melaksanakan aktivitas pembelajaran daring hingga 16 Januari mendatang,” jelasnya.
Imam juga menekankan bahwa setiap SPPG baru wajib mengikuti petunjuk teknis (juknis) yang ketat. Salah satu poin krusial adalah larangan penyajian menu keringan bagi SPPG yang baru pertama kali beroperasi, guna memastikan stabilitas kualitas pelayanan.
Pihak SPPI terus melakukan pendampingan intensif bagi mitra atau yayasan yang saat ini masih dalam tahap pembangunan prasarana agar bisa segera memenuhi standar yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
“Tujuan kami jelas, yakni menyentuh semakin banyak masyarakat Kota Blitar yang sebelumnya belum terlayani. Dukungan dan doa masyarakat adalah energi bagi kami agar program Presiden Prabowo ini berjalan lancar, aman, dan terus bermanfaat,” pungkas Imam. [owi/aje]






