Bojonegoro (beritajatim.com) – Keluhan bau menyengat yang dirasakan warga di sekitar Desa Ngasem, Kecamatan Ngasem, pada Selasa sekitar pukul 20.00 WIB mendapat perhatian serius dari PT Pertamina EP Cepu (PEPC).
Bau tersebut ramai diperbincangkan warga dan sempat diunggah di media sosial, dengan dugaan berasal dari aktivitas produksi di Lapangan Unitisasi Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB).
Menanggapi hal itu, Manager Communication Relations CID PEPC, Rahmat Drajat, menyampaikan apresiasi atas laporan dan perhatian masyarakat. Ia menegaskan perusahaan memahami ketidaknyamanan yang dirasakan warga serta menyampaikan empati atas situasi tersebut.
“Begitu menerima laporan, tim teknis kami langsung bergerak cepat melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh fasilitas operasional di Lapangan JTB,” ujar Rahmat, Kamis (8/1/2025).
Dari hasil peninjauan terkini, PEPC memastikan seluruh kegiatan operasional berjalan normal. Tidak ditemukan adanya anomali maupun gangguan pada fasilitas produksi yang dapat menimbulkan dampak ke lingkungan sekitar.
Selain itu, sesuai standar Health, Safety, Security, and Environment (HSSE), PEPC juga melakukan pemantauan kualitas udara secara langsung di lokasi. Hasil pengukuran menunjukkan kualitas udara berada dalam kondisi aman dan tidak terdapat parameter yang melebihi baku mutu lingkungan yang telah ditetapkan.
Rahmat menegaskan, PEPC berkomitmen penuh mengedepankan keselamatan masyarakat dan perlindungan lingkungan dalam setiap kegiatan operasional. Saat ini, perusahaan terus berkoordinasi secara proaktif dengan pemerintah desa serta para pemangku kepentingan untuk memastikan situasi tetap kondusif.
“Kami akan menyampaikan informasi lanjutan kepada masyarakat apabila terdapat perkembangan terbaru dari proses pemantauan yang masih berlangsung,” pungkasnya. [lus/ted]






