Mojokerto (beritajatim.com) – Warga Dusun Pandisari, Desa Sawo, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto diresahkan oleh aktivitas pembuangan kotoran hewan yang diduga merupakan kotoran babi. Limbah tersebut menimbulkan bau menyengat dan dikhawatirkan berdampak pada lingkungan serta kesehatan warga.
Kotoran tersebut dibuang di lahan bekas galian C yang sudah tidak aktif yang ada di Dusun Pandisari, Desa Sawo. Lokasi pembuangan kotoran tersebut berada di area bekas galian C yang berjarak sekitar 1 km dari permukiman warga. Di sekitar lokasi juga terdapat sejumlah tempat pembakaran batu bata milik warga setempat.
Di lokasi, terdapat dua titik pembuangan limbah. Titik pertama berada di dasar bekas galian dan ditutup menggunakan tenda terpal. Sementara titik kedua berada di sebuah kubangan bekas galian lain yang berjarak sekitar 100 meter dari titik utama. Kondisi limbah tersebut sangat memprihatinkan.
Kepala Dusun (Kadus) Pandisari, Ahmad membenarkan adanya pembuangan kotoran ternak tersebut. Ia menyebut limbah itu diduga kuat berasal dari kotoran babi. “Katanya itu kotoran babi, masalahnya sudah kayak bubur. Kemarin Rabu baru ketahuan warga, jalannya sudah ditutup sama warga,” ungkapnya, Kamis (8/1/2026).
Sebelum diketahui warga, lanjutnya, aktivitas pembuangan limbah tersebut diduga sudah dilakukan beberapa kali. Diperkirakan sedikitnya tiga truk datang ke lokasi untuk membuang kotoran tersebut. Menurutnya, meski pemukiman warga berjarak 1 km namun lantaran yang ditimbulkan bau sehingga saat terbawa angin, terdiam aroma tak sedap.
“Meski di sawah (lokasi pembuangan bekas galian C yang ada di area persawahan Dusun Pandisari, red), namanya bau kalau kena angin ya ke mana-mana,” katanya.
Sementara itu, salah seorang warga yang enggan menyebutkan namanya mengungkapkan bahwa, aktivitas pembuangan limbah tersebut sudah berlangsung sekitar satu bulan terakhir. Limbah dibuang di lahan bekas galian C di Dusun Pandisari yang sudah tidak beroperasi selama kurang lebih dua tahun.
“Baunya tidak sedap, kayak busuk. Katanya kotoran babi. Kalau ada angin pasti bau, paling sering terasa kalau malam hari,” tambahnya.
Warga berharap pihak berwenang segera turun tangan untuk menindak tegas pelaku pembuangan limbah tersebut serta membersihkan lokasi, agar tidak menimbulkan pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan bagi masyarakat sekitar. [tin/but]







