Bojonegoro (beritajatim.com) – Kecelakaan tragis terjadi di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Desa Sraturejo, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (8/1/2026).
Seorang pria pengendara sepeda motor meninggal dunia setelah tertabrak Kereta Api Argo Bromo Anggrek jurusan Surabaya–Jakarta.
Kapolsek Baureno, AKP M Soleh, menjelaskan peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 10.03 WIB di jalur hilir KM 148+7/8. Korban diketahui bernama Sukisno (59), warga Dusun Suronanggan, Desa Trojalu, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro.
“Korban saat itu menyeberang rel menggunakan sepeda motor di perlintasan tanpa palang pintu. Pada waktu bersamaan melintas KA Argo Bromo Anggrek dari arah timur,” ujar AKP M Soleh.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, Sukisno diduga tidak memperhatikan situasi sekitar saat menyeberang rel dari arah utara ke selatan. Akibatnya, korban tertabrak kereta api dan terpental ke selokan dengan jarak sekitar 10 meter dari titik penyeberangan.
Saksi mata Sukamar (55), yang berada di warung dekat rel kereta api, melihat langsung kejadian tersebut. Sementara saksi lainnya, Frans Siregar (28), merupakan petugas Stasiun Baureno yang turut membantu pengamanan di lokasi kejadian.
“Korban meninggal dunia di tempat akibat benturan keras,” tambah Kapolsek.
Laporan kecelakaan diterima Polsek Baureno sekitar pukul 10.30 WIB. Petugas kepolisian bersama tim medis dari Puskesmas Baureno, Satpol PP, petugas pemadam kebakaran, serta anggota Koramil segera mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Jenazah korban selanjutnya dievakuasi dan dibawa ke RSUD Karang Kembang untuk proses pembersihan sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
AKP M Soleh mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melintasi perlintasan kereta api, khususnya yang tidak dilengkapi palang pintu, dengan selalu memastikan kondisi aman sebelum menyeberang. [lus/ted]






