Jember (beritajatim.com) – Bupati Muhammad Fawait mengakui peran kepala desa dalam pemenangan pemilihan kepala daerah Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada 2024. Dia ingin membangun sinergi dengan kepala desa selama lima tahun masa pemerintahannya.
Hal ini dikemukakan Fawait dalam acara pengukuhan Dewan Pimpinan Cabang Persaudaraan Kepala Desa Indonesia Kabupaten Jember 2025-2030, di Pendapa Wahyawibawagraha, Kabupaten Jember, Rabu (7/1/2026) malam.
“Karena panjenengan (anda) semua para kepala desa adalah garda terdepan kemarin di dalam pertarungan memenangkan anak desa Gus Fawait menjadi Bupati Jember, maka tentu ke depan kami ingin membangun sinergi yang kuat dengan kepala desa,” kata Fawait.
Menurut Fawait, sinergi dibutuhkan untuk mengatasi kemiskinan. “Kemiskinan di Jember rata-rata ada di pedesaan,” katanya.
“Kolaborasinya adalah mengoptimalkan anggaran-anggaran Pemkab.Jember dan anggaran desa. Kedua, ikut membantu sosialisasi program Bupati,” kata Fawait.
Salah satu program yang harus disosialisasikan adalah Universal Health Coverage (UHC) atau Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). “Tidak semua warga Jember tahu program UHC,” katanya.
“Kemarin saya ke Tanggul, takziah. Ada orang sakit, lama dirawat di rumahnya. Saya tanyakan, alasannya enggak punya biaya. Loh, kan sudah gratis ada UHC. Mereka enggak tahu,” kata Fawait.
Hal ini yang kemudian membuat Fawait memerintahkan sosialisasi program lewat baliho atau banner. “Karena pilkada masih jauh, enggak ada hubungannya sama politik. Tapi untuk menyosialisasikan program Pemkab, terutama yang berkaitan dengan kesehatan,” katanya.
Pemkab Jember telah mengalokasikan anggaran cukup sekitar Rp 300 miliar untuk UHC. “Eman kalau enggak dipakai. Harapan kami tidak ada lagi masyarakat Jember yang sakit tidak bisa ke rumah sakit, termasuk tidak boleh lagi ada Ibu yang tidak melahirkan di tempat yang semestinya yaitu puskesmas dan rumah sakit,” kata Fawait.
Janji dan Komitmen Bupati Fawait
Soal pembangunan infrastruktur jalan, Bupati Fawait meminta para kepala desa bersabar. “Total kebutuhan Jember Rp 1,2 triliun, tidak mungkin selesai dalam waktu satu tahun. Target saya tiga empat tahun ke depan tidak boleh lagi ada jalan yang rusak di Kabupaten Jember,” katanya.
Namun sejak 2025, menurut Fawait, sudah cukup banyak bantuan infrastruktur yang digelontorkan ke desa. “Pembangunan di Jember tidak boleh hanya dinikmati satu kawasan, tapi harus dibuat rata antara kota dan desa,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Jember juga mempermudah layanan administrasi kependudukan dengan membukanya di kantor kecamatan. Dengan demikian warga desa tak harus mengakses layanan adminitrasi kependudukan di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang terletak di kawasan kota.
Sementara untuk Alokasi Dana Desa (ADD), Fawait berjanji tidak akan menguranginya. Namun untuk bantuan keuangan desa, dia masih menunggu peraturan gubernur Jatim. “Sebagai pemanasan, saya kasih ambulance desa, kita hibahkan kepada pemerintah desa,” katanya.
Fawait menyebut hibah ambulance desa ini terobosan baru untuk mempercepat pelayanan yang selama ini dikeluhkan banyak pihak. “Kami ingin mendekatkan pelayanan ambulance dengan warga di desa,” katanya.
Fawait memerintahkan urusan administrasi pasien yang direkomendasikan kepala desa untuk masuk ke rumah sakit pemerintah agar dipermudah, terutama untuk menangani angka kematian ibu dan angka kematian bayi yang masih sangat tinggi. “Angka stunting masih lumayan tinggi. Padahal kita sudah ada program UHC,” katanya.
Sopir ambulance desa yang saat ini sudah bekerja, kata Fawait, akan ditugasi memperkuat layanan kesehatan di puskesmas masing-masing. “Ada program homecare yang menjadi salah satu program andalan kami pada 2026,” kata Fawait.
Kabupaten Jember akan menggelar 161 pemilihan kepala desa pada 2027. Fawait menegaskan komitmen Inspektorat untuk mengawal semua kebijakan pemerintah desa.
“Filosofinya bukan polisi India. Kalau polisi India nunggu kebakaran, baru datang. Beliau akan mengawal semua kebijakan Pemkab, termasuk kepala desa supaya tidak menyalahi hukum ke depannya dalam menjalankan tugas dan kewenangan,” katanya. [wir]






