Surabaya (beritajatim.com) – Persegres Putri harus puas berbagi poin setelah ditahan imbang Star Generation dengan skor 2-2 pada lanjutan Pekan ketujuh Hydroplus Soccer League Regional Surabaya musim 2025/2026. Pertandingan berlangsung di Lapangan Bogowonto, Surabaya, Sabtu (3/1/2025) sore.
Hasil imbang tersebut diakui pelatih Persegres Putri, Muhammad Hanif Sirajuddin, sebagai konsekuensi dari menurunnya fokus pemain di penghujung laga. Menurutnya, intensitas persaingan di turnamen sepak bola putri ini semakin ketat dari pekan ke pekan. “Masih belum fokus di menit-menit akhir tadi saya lihat kurang konsentrasinya,” ungkap Hanif.
Meski gagal mengamankan kemenangan, Hanif tetap memberikan apresiasi terhadap perkembangan performa anak asuhnya. Ia menilai progres permainan Persegres Putri cukup signifikan dibandingkan pertandingan-pertandingan sebelumnya.
Peningkatan paling terlihat, kata Hanif, terjadi pada aspek teknik dasar. Namun demikian, faktor fisik masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi untuk menghadapi laga-laga berikutnya.
“Perkembangan anak-anak lumayan meningkat sebelumnya belum bis apassing, shooting, kini sudah bisa. Apalagi lawan-lawannya meningkat. Kedepan selalu memberikan edukasi soal teknik karena itu penting bagi pesepak bola terutama cewek,” tegasnya.
Selain kategori usia 15 tahun, turnamen ini juga mempertandingkan kelompok usia (KU) 18. Sejumlah laga turut digelar, di antaranya Meta FC menghadapi Tiger FC serta pertandingan Arema Women FC melawan Srikandi Majapahit, yang semakin memperketat persaingan di kelompok usia tersebut. (way/kun)






