Mojokerto (beritajatim.com) – Memasuki puncak arus balik libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, volume kendaraan di ruas Tol Jombang–Mojokerto mengalami peningkatan signifikan. Kondisi tersebut diperparah dengan cuaca yang tidak menentu, sehingga pengguna jalan diimbau meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap risiko aquaplaning.
Berdasarkan data ASTRA Infra, pada H+8 Hari Raya Natal atau Jumat (2/1/2026), tercatat sekitar 40.005 kendaraan melintas di ruas Tol Jombang–Mojokerto. Angka ini meningkat sekitar 28 persen dibandingkan lalu lintas harian normal. Sementara secara total, sebanyak 259.152 kendaraan melintasi tiga ruas tol yang dikelola ASTRA Infra, yakni Tangerang–Merak, Cikopo–Palimanan, dan Jombang–Mojokerto.
Head of Operations Management, IT & EHS ASTRA Infra, Zanuar Firmanto mengatakan, tingginya mobilitas masyarakat pada arus balik Nataru menuntut kewaspadaan ekstra dari pengemudi, terlebih saat hujan dengan intensitas tinggi.
“Kami mengimbau pengguna jalan untuk selalu mengutamakan keselamatan berkendara, khususnya pada cuaca ekstrem yang dapat memengaruhi visibilitas dan kondisi jalan,” ungkapnya, Sabtu (3/1/2026).
ASTRA Infra telah menyiapkan berbagai fasilitas keselamatan guna mendukung kelancaran perjalanan arus balik agar tetap aman dan nyaman. Salah satu risiko yang perlu diantisipasi saat hujan lebat adalah aquaplaning, yaitu kondisi ketika ban kendaraan kehilangan daya cengkeram akibat genangan air di permukaan jalan.
Untuk meminimalisir risiko tersebut, pengemudi disarankan mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, menghindari manuver mendadak, serta memastikan kondisi ban dan tekanan angin sesuai standar sebelum melakukan perjalanan.
Zanuar menjelaskan, ASTRA Infra juga telah melakukan berbagai langkah preventif untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem, di antaranya dengan memastikan fungsi saluran drainase, melakukan re-sloping lereng, serta menyiagakan perlengkapan penanganan banjir seperti pompa, alat berat, dan sandbag.
“Selain itu, kami juga menyampaikan imbauan keselamatan melalui Variable Message Sign (VMS) dan signage di sepanjang ruas tol. Warning light dan lampu strobo juga diaktifkan untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat malam hari dan kondisi jalan licin. ASTRA Infra turut mengingatkan pengemudi agar tidak berhenti di bahu jalan ketika merasa lelah,” ujarnya.
Pengguna jalan diminta memanfaatkan rest area terdekat yang telah dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, mulai dari toilet, musala, area kuliner, minimarket, hingga SPBU dan SPKLU. Untuk mendukung kelancaran arus balik, ASTRA Infra menyiagakan armada layanan jalan tol yang terdiri dari kendaraan patroli, derek, rescue, dan ambulans.
Pengguna jalan juga dapat menghubungi Call Center ASTRA Infra 24 jam di nomor 0321 888 123 (Call & WhatsApp Chat) apabila membutuhkan informasi atau bantuan di jalan tol. Pada arus balik Nataru ini, ASTRA Infra mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik, mengatur waktu tempuh guna menghindari kepadatan, serta memantau informasi rekayasa lalu lintas.
“Dalam kondisi hujan, pengendara diharapkan menyesuaikan kecepatan kendaraan dengan batas maksimal 70 km/jam demi keselamatan bersama,” pungkasnya. [tin/kun]






