Kediri (beritajatim.com) – Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati duduk lesehan bersama warga dan penjual pecel dalam kegiatan Mecel Bareng Mbak Wali di kawasan Jalan Stasiun, Kota Kediri. Kegiatan tersebut digelar bersamaan dengan peresmian kawasan Jalan Stasiun sebagai bagian dari penguatan wisata kota berbasis budaya dan kuliner.
Dengan pincuk sederhana beralas daun pisang, Vinanda Prameswati menikmati pecel khas Kediri di tengah antusiasme warga. Sebanyak 20 lapak penjual pecel turut berpartisipasi, masing-masing menyediakan 100 porsi pecel yang dapat dinikmati masyarakat melalui sistem kupon.
Suasana kebersamaan tersebut menjadi konsep utama dalam program Kediri City Tourism (D’CITO), yang mengedepankan pengalaman wisata yang tidak hanya dilihat, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat dan pengunjung.
Vinanda Prameswati menegaskan bahwa pecel tumpang merupakan salah satu ikon kuliner khas Kota Kediri yang perlu terus dikenalkan dan dibanggakan bersama.
“Makan pecel bersama masyarakat hari ini menjadi simbol kebersamaan sekaligus wujud kecintaan kita terhadap kuliner lokal. Dengan diresmikannya Jalan Stasiun, kami berharap para pedagang pecel tumpang di sepanjang Jalan Dhoho semakin ramai, semakin dikenal masyarakat luas, dan mampu berkembang sebagai destinasi wisata kuliner,” ujarnya.
Wali kota termuda di Kota Kediri ini berharap kegiatan berbasis kuliner lokal mampu mendorong peningkatan aktivitas UMKM serta pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
“Harapannya, geliat UMKM semakin meningkat dan pertumbuhan ekonomi Kota Kediri dapat terus terdorong secara berkelanjutan,” imbuhnya.
Antusiasme pengunjung juga terasa dalam kegiatan tersebut. Dwi Retnani, warga Kelurahan Dermo, mengaku senang dapat mengikuti makan pecel bersama Wali Kota Kediri.
“Rasanya senang sekali. Mbak Wali juga ramah dan mau membaur dengan warga. Jarang ada acara seperti ini, apalagi bersamaan dengan peresmian kawasan Stasiun,” ungkapnya.
Dwi menambahkan masyarakat mendapatkan kupon yang dapat ditukarkan dengan pecel gratis, sehingga suasana acara terasa lebih dekat dan merakyat.
“Semoga Mbak Wali terus nyenengne rakyat, sering mengadakan perayaan, dan semakin dekat dengan masyarakat,” tambahnya.
Dampak positif kegiatan ini juga dirasakan oleh pedagang pecel. Salah satunya Widia, penjual pecel di kawasan Jalan Dhoho, menyebutkan setiap lapak memperoleh jatah 100 kupon atau 100 porsi dengan harga yang diseragamkan.
“Alhamdulillah ada dampak positif. Harga disamaratakan jadi sepuluh ribu, lumayan bagi kami yang biasanya jual delapan ribu,” ujarnya.
Menurut Widia, Mecel Bareng Mbak Wali tidak hanya berdampak pada penjualan, tetapi juga mempererat kebersamaan antar pedagang pecel.
“Senang karena acara ini bisa mempersatukan pedagang pecel di Jalan Dhoho. Harapannya kegiatan seperti ini bisa berkelanjutan untuk UMKM terutama penjual pecel tumpang yang sudah jadi makanan khas Kediri,” katanya. [nm]






