Surabaya (beritajatim.com) – Persik Kediri dijadwalkan menjamu Persib Bandung pada pekan ke-16 Super League 2025/2026. Laga tersebut akan digelar di Stadion Brawijaya, Kediri, pada Senin (5/1/2026) dengan kick-off pukul 19.00 WIB.
Pada pertandingan ini, Persib dipastikan tampil tanpa dukungan langsung Bobotoh di stadion. Seperti laga tandang sebelumnya, kehadiran suporter tim tamu tidak diperkenankan demi menjaga keamanan dan ketertiban pertandingan.
Larangan tersebut mengacu pada Regulasi Super League 2025/2026 Pasal 5 tentang Keamanan dan Kenyamanan ayat 7, serta Pasal 141 Kode Disiplin PSSI Tahun 2023. Regulasi tersebut secara tegas melarang kehadiran suporter tim tamu saat pertandingan tandang.
Pelanggaran terhadap aturan itu berpotensi memicu sanksi dan denda, baik bagi klub maupun suporter, yang dapat merugikan berbagai pihak.
Head of Communications Persib, Adhi Pratama, mengimbau Bobotoh untuk mematuhi regulasi yang berlaku. Ia menegaskan bahwa dukungan terhadap tim tidak selalu harus diwujudkan dengan kehadiran langsung di stadion, khususnya saat Persib menjalani laga tandang.
“Bobotoh tetap bisa memberikan doa dan dukungan dari rumah masing-masing. Pihak Persik Kediri juga telah menyampaikan imbauan resmi agar Bobotoh tidak datang ke stadion. Karena itu, kami berharap Bobotoh tidak hadir di Stadion Brawijaya,” kata Adhi.
Menurutnya, jarak bukan penghalang bagi Bobotoh untuk terus memberikan semangat kepada Pangeran Biru. Dukungan dapat disalurkan melalui berbagai cara positif, mulai dari doa bersama keluarga hingga aktivitas nonton bareng di lingkungan masing-masing.
“Semoga doa dan energi positif dari Bobotoh di mana pun berada dapat menambah motivasi tim untuk melanjutkan tren positif,” ujarnya.
Pertandingan Persik Kediri kontra Persib menjadi momen bagi Bobotoh untuk menunjukkan kedewasaan dalam mendukung tim kebanggaan, dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas serta kepatuhan terhadap regulasi kompetisi yang berlaku di Super League 2025/2026. [faw/beq]






