Surabaya (beritajatim.com) – Ketua KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil, menetapkan arah strategis pembinaan atlet dengan memprioritaskan nomor pertandingan tertentu yang berpotensi besar mendulang medali emas pada 2026 hingga PON 2028. Kebijakan ini diambil berdasarkan evaluasi menyeluruh terhadap capaian seluruh cabang olahraga (cabor) sepanjang tahun ini.
Nabil menegaskan bahwa KONI Jatim tidak akan membina seluruh nomor secara merata. Fokus anggaran dan pelatihan akan diarahkan pada nomor-nomor yang secara data memiliki peluang prestasi paling besar di tingkat nasional.
“Kalau kita tidak bisa memegang seluruh cabor, tentu nomor-nomor tertentu di dalam cabor itu yang akan kita prioritaskan,” ujar Nabil di Surabaya, Rabu (31/12/2025).
Untuk agenda jangka pendek, KONI Jatim tengah menyiapkan atlet dari delapan cabor bela diri guna menghadapi kejuaraan di Sulawesi Utara pada pertengahan 2026. Belajar dari kendala persiapan di event sebelumnya di Kudus, Nabil memastikan masa pemusatan latihan kali ini akan lebih panjang.
“Yang delapan cabor ini nanti akan kita persiapkan lebih lama agar peningkatan prestasinya bisa lebih optimal,” jelasnya.
Secara jangka panjang, perhitungan cermat terhadap potensi medali emas untuk PON 2028 di NTB dan NTT sudah mulai dilakukan. Strategi ini diharapkan mampu menjaga efektivitas pembinaan sekaligus menjamin posisi Jawa Timur tetap berada di jajaran elit olahraga nasional.
KONI Jatim berkomitmen agar seluruh persiapan dilakukan lebih matang sejak dini agar peningkatan prestasi atlet berjalan linear dengan target yang ditetapkan pemerintah provinsi. [way/ian]






