Kediri (beritajatim.com) – Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menyerahkan bantuan modal berupa gerobak dan bantuan sosial kepada 24 Pedagang Kaki Lima (PKL) terdampak relokasi dari Jalan Joyoboyo dan Jalan Patiunus. Penyerahan dilakukan secara simbolis saat Apel Pagi di halaman Balai Kota Kediri, Senin (29/12/2025).
Para PKL penerima bantuan akan direlokasi ke Pasar Banjaran dan difasilitasi berjualan dengan konsep sentra kuliner rakyat di luar jam operasional pasar.
“Insya Allah nanti Bapak Ibu akan direlokasi di Pasar Banjaran. Lokasi di sana cukup luas dan strategis. Bapak Ibu jualannya pun juga lebih nyaman karena pembeli tidak perlu parkir di pinggir jalan yang dapat mengganggu lalu lintas,” ujar Vinanda Prameswati.
Wali kota yang akrab disapa Mbak Wali tersebut menjelaskan, relokasi ke Pasar Banjaran diharapkan mampu membentuk pusat kuliner baru yang tertata, nyaman, dan ramah pengunjung.
Menurutnya, Pasar Banjaran ke depan juga akan dilengkapi hiburan pendukung agar aktivitas ekonomi rakyat semakin hidup dan Kota Kediri semakin rapi.
“Nantinya, para PKL ini dapat berjualan di Pasar Banjaran mulai pukul 14.00 WIB. Saya berpesan kepada Bapak Ibu penerima bantuan modal dan bantuan sosial untuk memanfaatkan bantuan sebaik mungkin. Nanti setelah berjualan di Pasar Banjaran kebersihan juga harus diperhatikan. Berikan layanan terbaik agar pengunjung nyaman dan ingin kembali menikmati kuliner di Pasar Banjaran,” jelasnya.
Dalam apel pagi tersebut, Mbak Wali juga menekankan kesiapsiagaan seluruh perangkat daerah menghadapi akhir tahun 2025 yang ditandai meningkatnya aktivitas masyarakat.
Kepada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), ia meminta penguatan koordinasi dengan aparat keamanan dan tokoh masyarakat guna mengelola euforia pergantian tahun melalui deteksi dini potensi gangguan ketertiban.
“Kota Kediri sendiri mulai ramai dan padat. Euforia pergantian tahun harus dikelola dengan baik melalui deteksi dini terhadap potensi gangguan agar suasana tetap aman, nyaman dan kondusif,” ungkapnya.
Sementara kepada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Mbak Wali meminta agar program urban farming terus digiatkan sebagai upaya menjaga ketahanan pangan sekaligus strategi pengendalian inflasi.
“Kita sudah survey beberapa kelurahan dan kecamatan yang sudah siap melakukan urban farming. Saat rapat SPPG kemarin mereka menyampaikan juga kebingungan mencari pemasok. Kalau urban farming ini digiatkan bisa memenuhi kebutuhan SPPG,” ujarnya.
Untuk Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), wali kota termuda tersebut menegaskan pentingnya percepatan penanganan banjir, mengingat intensitas hujan yang cukup tinggi di Kota Kediri.
“Perencanaan terhadap penanganan banjir ini harus segera dilaksanakan. Harapannya tahun depan sudah tidak ada wilayah yang banjir di Kota Kediri,” tegasnya.
Mbak Wali juga mengajak seluruh elemen untuk terus menjaga kekompakan dalam membangun Kota Kediri.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam membangun Kota Kediri. Saya mohon dukungan dari semua pihak. Mari kita bergotong-royong membangun kota kita tercinta,” pungkasnya.
Salah satu penerima bantuan, Triyo Warseno, PKL yang sebelumnya berjualan di Jalan Patiunus, mengaku bersyukur atas bantuan gerobak yang diterimanya.
“Alhamdulillah bersyukur. Semoga nanti semakin ramai. Setelah dibongkar kemarin saya berjualan di rumah,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Syafiardi, pedagang nasi Padang yang sebelumnya berjualan di Jalan Joyoboyo.
“Terima kasih Mbak Wali atas bantuan modal yang diberikan. Semoga di tempat baru nanti semua berjalan lancar seperti keinginan kami dan Pemerintah Kota Kediri,” katanya.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri, Moh. Ridwan, menjelaskan bahwa PKL akan berjualan di luar jam operasional pasar pagi.
“Jumlahnya ada 24, dengan rincian 20 PKL di Jalan Patiunus dan 4 PKL di Jalan Joyoboyo. Penerima bantuan modal berupa rombong ada 24. Lalu untuk bansos itu bagi yang kurang mampu ada 17 orang,” imbuhnya.
Kegiatan penyerahan bantuan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Qowimuddin, Pj Sekda M. Ferry Djatmiko, para asisten, staf ahli, kepala OPD, direktur BUMD, serta tamu undangan lainnya. [nm/ian]






