Surabaya (beritajatim.com) – Bagi sebagian jemaah haji Indonesia, khususnya yang baru pertama kali melakukan perjalanan udara jarak jauh, cara bersuci di dalam pesawat seringkali menjadi sumber kebingungan. Padahal, menjaga kesucian adalah syarat utama agar salat yang dikerjakan tetap sah secara syariat.
Perjalanan udara dari Embarkasi Sukolilo Surabaya menuju Arab Saudi umumnya memakan waktu yang cukup panjang, yakni sekitar 9 hingga 12 jam. Menggunakan pesawat berbadan lebar seperti Airbus A330, jemaah akan terbang langsung menuju Jeddah atau Madinah tanpa transit.
Dalam rentang waktu tersebut, jemaah pasti akan melewati waktu salat wajib. Mengingat kondisi kabin yang terbatas dan tidak memungkinan untuk berwudu menggunakan air secara leluasa, maka tayamum menjadi solusi praktis dan sah bagi para tamu Allah.
Mengapa Harus Tayamum di Pesawat?
Tayamum adalah keringanan (rukhsah) yang diberikan Allah bagi umat Muslim yang tidak dapat menemukan air atau berhalangan menggunakannya. Di dalam pesawat, penggunaan air untuk berwudu di toilet sangat dibatasi guna menjaga fungsi sistem pesawat dan kenyamanan penumpang lain.
Dikutip Beritajatim.com, berdasarkan panduan resmi dari Buku Manasik Haji dan Umrah yang diterbitkan oleh Kemenag RI, tayamum di dalam kabin pesawat dianggap sah dengan memanfaatkan debu mikroskopis yang menempel pada dinding atau sandaran kursi pesawat.
Berikut adalah dua metode tayamum praktis yang bisa dipilih oleh jemaah:
Metode Pertama: Satu Kali Tepukan yang Ringkas
Metode ini sangat disarankan bagi jemaah yang menginginkan langkah singkat namun tetap memenuhi rukun tayamum. Berikut urutannya:
Niat dan Menepukkan Tangan: Letakkan kedua telapak tangan ke dinding pesawat atau sandaran kursi di depan Anda untuk mengambil debu secara halus.
Mengusap Wajah: Segera usapkan kedua telapak tangan ke seluruh permukaan wajah secara merata.
Mengusap Tangan: Tanpa harus mengambil debu lagi, lanjutkan dengan mengusap punggung tangan dan telapak tangan, mulai dari ujung jari hingga pergelangan tangan secara berkesinambungan.
Metode Kedua: Dua Kali Tepukan untuk Hasil Maksimal
Metode ini melibatkan jangkauan usapan yang lebih luas hingga ke bagian siku, menyerupai basuhan air saat berwudu.
Tepukan Pertama: Tempelkan kedua telapak tangan ke dinding atau kursi pesawat, lalu usapkan secara merata ke seluruh area muka.
Tepukan Kedua: Tempelkan kembali telapak tangan ke area dinding atau kursi yang berbeda dari tempat pertama. Hal ini dilakukan untuk memastikan debu yang diambil masih baru (bukan musta’mal).
Usapan hingga Siku: Usapkan telapak tangan ke kedua tangan secara bergantian, mulai dari ujung jari hingga siku, baik bagian luar maupun bagian dalam.
Tips Nyaman Tayamum bagi Traveler dan Jemaah
Bagi generasi muda atau jemaah yang baru pertama kali terbang jarak jauh, tayamum di kursi (seat) mungkin terasa tidak biasa. Namun, secara teknis hal ini sangat mudah dilakukan tanpa perlu beranjak dari tempat duduk.
Pastikan Anda berniat dengan tulus di dalam hati sebelum memulai. Anda tidak perlu khawatir mencari debu yang terlihat mata, karena debu mikroskopis di permukaan benda dalam kabin yang ber-AC sudah dianggap cukup sebagai media bersuci sesuai fatwa ulama.
Dengan memahami panduan ini, tidak ada lagi alasan bagi jemaah untuk melewatkan ibadah salat meski sedang berada di ketinggian ribuan kaki. Persiapan yang matang, termasuk ilmu cara bersuci, akan membuat perjalanan menuju Tanah Suci terasa lebih tenang dan bermakna. [ian]






