Pasuruan (beritajatim.com) – Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) LMI bergerak cepat mengirimkan bantuan logistik bagi warga yang terdampak bencana di lereng Gunung Semeru. Sebanyak 300 paket sembako didistribusikan ke tiga titik utama, yakni Desa Jugosari, Desa Supiturang, dan kawasan hunian tetap (Huntap) Sumbermujur.
Bantuan ini diprioritaskan untuk kelompok rentan seperti lansia dan balita yang saat ini sangat membutuhkan asupan nutrisi stabil. Disaster Response Officer LMI, Susanto, menyebutkan bahwa aksi ini merupakan respons atas terjangan banjir lahar dingin yang terjadi baru-baru ini.
“Penyaluran bantuan ini adalah bentuk tanggap darurat kami atas musibah banjir lahar dingin yang menimbun permukiman warga pada Jumat lalu,” ujar Susanto. Aliran material vulkanik tersebut dilaporkan meluap dari Sungai Regoyo hingga menjebol tanggul di beberapa titik bantaran sungai.
Curah hujan yang sangat tinggi memicu pergerakan sisa material erupsi dari puncak gunung menuju kawasan permukiman di bawahnya. Hal ini mengakibatkan akses utama menuju Desa Jugosari terputus total sehingga warga terpaksa melakukan evakuasi massal ke balai desa.
Susanto menjelaskan bahwa kondisi medan menuju lokasi terdampak saat ini mengalami kerusakan yang cukup parah dibandingkan sebelumnya. “Saat ini mobil logistik hanya bisa berhenti di titik tertentu dan distribusi harus dilanjutkan menggunakan sepeda motor menyeberangi arus sungai,” ungkapnya.
Berdasarkan pendataan tim di lapangan, tercatat ada 138 KK atau sekitar 512 jiwa yang kini harus bertahan di tenda pengungsian.
Sebanyak sembilan rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan fisik mulai dari kategori sedang hingga rusak berat akibat hantaman material.
Pihak LMI menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses pemulihan para penyintas hingga kondisi lingkungan kembali stabil. “Secara keseluruhan, ada ratusan warga yang sangat membutuhkan bantuan mendesak selama masa pengungsian ini berlangsung,” tambah Susanto.
Melalui program kemanusiaan ini, masyarakat luas diharapkan ikut memberikan dukungan doa maupun materiil bagi warga Lumajang. Dukungan kolektif sangat diperlukan agar para penyintas bencana awan panas dan lahar dingin ini bisa segera bangkit menata kehidupan mereka kembali. (ada/kun)






