Surabaya (beritajatim.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya gerak cepat (gercep) membantu perbaikan atap sekolah SD Ma’arif NU di Jalan Gadukan Baru yang runtuh akibat diterjang hujan angin pada Minggu (21/12/2025) petang kemarin.
Kejadian tersebut mengakibatkan kerusakan plafon seluas 4 x 6 meter persegi (m²), hingga menyisakan lubang menganga pada struktur bangunan yang memiliki total luas 15 x 10 meter persegi tersebut.
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Surabaya, Linda Novianti, mengatakan bahwa bagian yang ambrol tersebut mencakup ruang arsip administrasi serta area lorong kelas.
”Untuk yang ambrol pada bagian plafon (atap) ruang arsip administrasi dan lorong kelas,” ujar Linda saat dikonfirmasi, Senin (22/12/2025).
Ia menjelaskan, sejak menerima laporan kejadian petugas langsung menjalankan mekanisme darurat, yakni dengan memasang terpal pelindung guna memastikan kerusakan tidak merambat ke bagian bangunan lainnya.
”(Selain memberikan perlindungan sementara), personel BPBD di lapangan juga bahu-membahu membersihkan puing-puing sisa reruntuhan atap agar lokasi kembali aman,” jelasnya.
Sebagai langkah asesmen lanjutan, Linda mengungkapkan bahwa pihaknya kini tengah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan perbaikan permanen pada struktur bangunan tersebut.
“Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, dan rencana pemulihan fisik sekolah akan disampaikan ke dinas terkait,” ungkap Linda.
Mengingat cuaca ekstrem yang sulit diprediksi belakangan ini, BPBD Surabaya mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan tidak ragu melaporkan situasi darurat di lingkungan mereka.
”Masyarakat dapat segera meminta bantuan petugas melalui Call Center 112 atau nomor layanan 081131112112 untuk mendapatkan penanganan darurat secara cepat dan tepat,” pungkasnya. (rma/ted)






