Sampang (beritajatim.com) – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Sampang mengakui masih mengalami kekurangan armada pemadam kebakaran dalam beberapa tahun terakhir. Ditambah kondisi kendaraan pemadam yang saat ini tergolong tidak layak pakai.
Damkar Sampang hanya memiliki tujuh unit armada. Namun, dari jumlah tersebut, mobil pemadam kebakaran yang benar-benar sesuai standar hanya dua unit. Selebihnya merupakan kendaraan pendukung seperti mobil suplai air dan kendaraan roda tiga.
“Kami punya tujuh unit armada. Enam berada di kota dan satu unit di Pantura untuk melayani tiga kecamatan,” kata Kasi Operasional Damkar Sampang, M. Maftuh Fathurrahman, Rabu (18/12/2025).
Meski demikian, pihaknya mengaku tetap berupaya mengajukan penambahan armada kepada Pemerintah Daerah. “Sudah beberapa kali mengajukan permohonan ke Pemda, namun belum terealisasi. Satu unit mobil pemadam dengan kapasitas kecil saja membutuhkan anggaran sekitar Rp1,5 miliar, sementara kendaraan dengan kapasitas lebih besar tentu memerlukan biaya yang lebih tinggi.
“Armada di Pantura itu bantuan CSR dari Petronas. Sementara yang di dinas ada yang berasal dari Bank Jatim dan Banpres,” tandasnya.
Ia berharap ke depan ada tambahan armada dari Pemerintah Daerah, mengingat seluruh kendaraan yang ada saat ini sudah berusia tua meski masih berfungsi. (sar/kun)






