Lamongan (beritajatim.com) – Perjalanan Lamongan FC di ajang Liga 4 Jawa Timur harus berakhir lebih cepat, setelah finis sebagai juru kunci Grup C.
Sepanjang fase grup, Lamongan FC belum mampu meraih satu pun kemenangan. Dari empat pertandingan yang dijalani, mereka hanya mencatatkan satu hasil imbang, sementara tiga laga lainnya berakhir dengan kekalahan.
Asisten pelatih Lamongan FC, Ahmad Faisal, menilai hasil ini menjadi bahan evaluasi penting bagi tim, terutama dari sisi persiapan.
“Mungkin untuk ke depannya secara persiapan bisa lebih panjang dan memaksimalkan regulasi batasan usia yang di tetapkan,” kata Faisal, Selasa (16/12/2025).
Meski gagal melaju ke babak berikutnya, Faisal menegaskan kompetisi tahun ini tetap memberikan nilai yang sangat berharga bagi para pemain muda asal Lamongan.
Menurut Faisal, pengalaman bertanding di level kompetisi resmi mampu menempa mental persaingan para pemain di dalam lapangan. Sebab, kata Faisal, skuad muda Lamongan FC memang disiapkan untuk proyek jangka panjang.
“Lamongan FC tim paling muda dari segi usia pemain. Dengan pengalaman ini, saya yakin untuk kompetisi di tahun selanjutnya anak-anak akan lebih siap dan matang,” ujarnya. (fak/ian)






