Sidoarjo (beritajatim.com) – Suasana haru seketika menyelimuti kediaman almarhum Kusnadi bin Kutan saat mobil jenazah bernopol L 1880 EP milik RSUD Dr. Soetomo Surabaya tiba di depan rumah duka, Selasa (16/12/2025).
Istri almarhum, Tatiek Suprapti, SH, tak kuasa menahan air mata saat menyambut kedatangan jasad sang suami. Tubuh Tatiek tampak lemas dan nyaris ambruk, sehingga harus terus dipapah oleh kedua putranya, Teddy Kusdita Kunong dan Tigor Kusdita Kunong.
Di tengah isak tangis, pihak kerabat berusaha menenangkan keluarga inti yang tengah terguncang hebat.
“Sabar dan ikhlaskan bu,” ucap salah satu sanak keluarga yang mendampingi.
Rumah duka di kawasan Sidoarjo tersebut terus didatangi pelayat. Sejumlah anggota DPRD Sidoarjo dan DPRD Jawa Timur tampak hadir silih berganti untuk menyampaikan belasungkawa serta memberikan penghormatan terakhir kepada politisi senior tersebut.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno, yang turut hadir di lokasi mengaku sangat kehilangan sosok Kusnadi. Di matanya, almarhum adalah kader dengan loyalitas yang tak perlu diragukan lagi.
“Kami ucapkan Innaa lillaahi wainnaa ilaihi raajiuun. Semoga beliau ditempatkan di tempat yang layak dan segala khilafnya diampuniNya,” ucap Sri Untari.
Sri Untari mengenang rekam jejak Kusnadi yang memiliki dedikasi panjang bagi partai berlambang banteng. Almarhum tercatat pernah menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur periode 2015–2023, serta memimpin legislatif sebagai Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur periode 2019–2024.
“Beliau adalah kader yang merakyat, sangat layak dan berjasa, baik bagi partai maupun bagi Ibu Ketua Umum. Sepanjang hidupnya, beliau mengabdikan diri di dunia politik Jawa Timur dengan penuh tanggung jawab dalam perjalanan politik yang ditempuhnya,” terangnya.
Perjalanan karier politik Kusnadi di PDI Perjuangan dibangun dari bawah. Ia pernah menduduki berbagai posisi struktural strategis, mulai dari wakil sekretaris, sekretaris, hingga akhirnya dipercaya memegang komando sebagai Ketua DPD.
“Beliau menjadi pengurus DPD cukup lama, sejak sekitar tahun 2013. Total pengabdiannya hampir 22 tahun di struktur partai,” urai Sri Untari.
Terkait kondisi kesehatan terakhir almarhum, Sri Untari mengungkapkan bahwa Kusnadi meninggal dunia di tengah perjuangannya melawan penyakit kanker kelenjar getah bening. Almarhum wafat saat proses pengobatan intensif masih berlangsung.
“Beliau sakit kelenjar getah bening dan sudah menjalani kemoterapi. Kalau tidak salah, dijadwalkan hingga 12 kali dan ini sudah memasuki kemoterapi ke-11. Namun Allah SWT berkehendak lain,” tuturnya. [isa/beq]






