Kediri (beritajatim.com) – Mahasiswa Program Studi Teknologi Elektro-Medis (TEM) Fakultas Teknik Universitas Kadiri (FT UNIK) kembali mengukir capaian membanggakan lewat prestasi akademik dan nonakademik. Pada ajang International Electromedical Innovation Competition (IEIC) di Surabaya, tim mahasiswa TEM menunjukkan kemampuan inovasi yang kuat sekaligus relevan dengan kebutuhan dunia kesehatan, sementara di sisi lain semangat sportivitas mereka juga terlihat nyata melalui raihan medali pada IKATEMI CUP 4 di Jakarta.
Di kompetisi IEIC, Tim Ventro-Tech berhasil meraih Juara 2 kategori Biomedical Signal melalui inovasi berjudul “Simulator EKG Bipolar Berbasis Mikrokontroler”. Inovasi ini dinilai unggul karena menawarkan pendekatan yang efisien dan ekonomis dibanding alat simulator sejenis, tanpa mengorbankan ketepatan teknis dan fungsi pembelajarannya.
Tim yang terdiri dari Izzet Taqiyuddin Hakim, Muhammad Yusron Al Aziz, dan Selfanus Heksa Kurnianto mampu menampilkan rancangan yang aplikatif, serta menunjukkan relevansi kuat pada bidang elektromedis yang semakin dibutuhkan dalam layanan kesehatan modern.
IEIC sendiri merupakan kompetisi bertaraf internasional yang diikuti inovator dari berbagai institusi dan negara, diselenggarakan oleh HIMATEMI dengan dukungan APTEMI serta IKATEMI. Prestasi ini sekaligus memperkuat posisi mahasiswa TEM sebagai talenta muda yang tidak hanya menguasai aspek teknis, tetapi juga mampu menerjemahkan kebutuhan lapangan menjadi produk inovasi yang realistis untuk diterapkan.

Tak hanya berprestasi di bidang inovasi, mahasiswa TEM FT UNIK juga tampil gemilang di arena olahraga pada IKATEMI CUP 4 di Jakarta. Pada cabang badminton, Fatara Bintang Ramadhan meraih Juara 1 kategori badminton putra, sedangkan Monica Ramadhani meraih Juara 3 kategori badminton putri.
Raihan ini menegaskan karakter mahasiswa TEM yang seimbang: kuat dalam intelektualitas dan inovasi, sekaligus menjunjung sportivitas serta daya juang dalam kompetisi nonakademik.
Capaian tersebut menjadi semakin bermakna karena berlangsung di tengah sorotan nasional terkait kebutuhan tenaga elektromedis yang masih jauh dari ideal. Sejumlah pemberitaan tentang forum/ simposium elektromedis di Surabaya pada 11 Desember 2025 menekankan bahwa Indonesia masih mengalami kekurangan tenaga elektromedis, jumlah yang tersedia disebut sekitar 5.258, sementara proyeksi kebutuhan mencapai 36.817, dengan konsentrasi tenaga yang masih banyak berada di Pulau Jawa.
Dalam konteks ini, prestasi inovasi dan penguatan kompetensi mahasiswa TEM menjadi bagian penting dari upaya menyiapkan SDM elektromedis yang adaptif terhadap perkembangan teknologi layanan kesehatan.
Menanggapi prestasi tersebut, Ka. Prodi TEM FT UNIK Agoes Santika Hyperastuti, ST, MT menyampaikan apresiasi dan harapan besar terhadap dampak inovasi mahasiswa.
“Kami bangga terhadap prestasi yang sudah ditorehkan oleh mahasiswa kami, terutama pada inovasi yang sudah mereka buat, semoga alat tersebut ke depan bermanfaat bagi dunia kesehatan di Indonesia,” ujarnya.
Dengan capaian berlapis di ranah inovasi dan olahraga, mahasiswa TEM FT UNIK menunjukkan bahwa prestasi dapat dibangun melalui perpaduan kompetensi teknis, kreativitas, karakter, dan sportivitas, modal penting untuk menjawab tantangan dunia elektromedis yang terus berkembang. [nm/beq]






