Surabaya (beritajatim.com) – Kondisi cuaca di wilayah Ngawi, Magetan, dan Ponorogo pada Senin, 15 Desember 2025 diperkirakan berada dalam situasi yang relatif tenang.
Berdasarkan rilis resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda, ketiga daerah tersebut akan didominasi oleh awan sejak pagi hingga malam hari, tanpa indikasi cuaca ekstrem yang mengganggu aktivitas masyarakat.
Prakirawan BMKG Juanda, Oky Sukma Hakim, S.Tr., menyampaikan bahwa pola cuaca berawan ini merupakan kondisi umum yang terjadi akibat kelembapan udara yang masih cukup tinggi.
“Sepanjang hari, langit di wilayah Ngawi, Magetan, dan Ponorogo diperkirakan tertutup awan, namun secara umum cuacanya stabil,” jelasnya.
Di Ngawi, langit diprediksi mulai dipenuhi awan sejak pukul 06.00 WIB. Meski sempat terjadi cerah berawan pada pukul 07.00 WIB, kondisi tersebut tidak berlangsung lama. Memasuki pukul 10.00 WIB hingga malam hari sekitar pukul 22.00 WIB, awan kembali mendominasi wilayah ini.
Suhu udara di Ngawi berkisar antara 22 hingga 29 derajat Celcius, dengan angin bertiup dari arah selatan berkecepatan sekitar 7,5 km/jam. Tingkat kelembapan udaranya tergolong tinggi, mencapai 67 hingga 97 persen.
Situasi serupa juga terjadi di Magetan. Sejak pagi hari pukul 06.00 WIB, cuaca berawan diperkirakan bertahan hingga malam. Pada pukul 07.00 WIB, langit Magetan diprediksi sedikit lebih cerah sebelum kembali berawan pada pukul 10.00 WIB.
Suhu udara di daerah ini berada di rentang 22 sampai 28 derajat Celcius. Angin bergerak dari arah selatan dengan kecepatan sekitar 11 km/jam, sementara kelembapan udara tercatat antara 65 hingga 90 persen. “Secara umum, tidak ada gangguan cuaca yang berpotensi menghambat aktivitas warga,” tambah Oky.
Adapun di Ponorogo, BMKG memperkirakan kondisi langit berawan akan berlangsung secara konsisten dari pagi hingga malam hari. Wilayah ini memiliki suhu udara antara 23 hingga 30 derajat Celcius.
Angin berhembus dari arah timur dengan kecepatan 10,4 km/jam. Sementara itu, tingkat kelembapan udara di Ponorogo berkisar antara 60 hingga 93 persen.
BMKG mengimbau masyarakat di ketiga wilayah tersebut untuk tetap memperhatikan pembaruan informasi cuaca, terutama bagi warga yang memiliki aktivitas di luar ruangan. Meski cuaca terpantau stabil, perubahan kondisi atmosfer tetap bisa terjadi sewaktu-waktu. [mnd/suf]






