Surabaya (beritajatim.com) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) mengapresiasi dedikasi dan inovasi guru serta tenaga kependidikan melalui GEMPITA Awards 2025.
Sebanyak 70 guru dan tendik berprestasi menerima penghargaan yang diserahkan Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak dalam ajang yang digelar Dinas Pendidikan Jatim.
Penghargaan diberikan melalui berbagai kategori lomba, mulai seni, sains dan teknologi, olahraga, hingga kepemimpinan. Dindik Jatim juga menetapkan empat kategori khusus, yakni Most Empowering Teacher, Most Progressive, Most Dedicative, serta Juara Umum Cabang Dinas Pendidikan Wilayah.
Emil Dardak menyebut GEMPITA Awards menjadi pemicu agar guru terus berprestasi dan berinovasi di bidang masing-masing. Antusiasme peserta, kata dia, menunjukkan semangat kompetisi yang kuat di sektor pendidikan Jawa Timur.
“Total ada sekitar 40 ribu guru dan tenaga kependidikan yang mengikuti. Ini angka besar dan menunjukkan minat yang sangat tinggi,” ujar Emil dikutip Minggu (14/12/2025).
Ia menambahkan, dari puluhan ribu peserta tersebut, tercatat sekitar 35 ribu karya inovasi yang dihasilkan. Dari sektor pendidikan, Jatim telah menyumbang sekitar 400 inovasi yang memenuhi syarat dalam ajang penilaian inovasi pemerintahan.
Menurut Emil, kompetisi seperti GEMPITA Awards menjadi salah satu strategi Pemprov Jatim untuk meningkatkan mutu tenaga pendidik. Upaya itu berjalan bersamaan dengan peningkatan kesejahteraan, pengembangan kompetensi, serta penilaian kinerja dan inovasi.
Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, menjelaskan GEMPITA Awards 2025 mengusung tema Berakar dari Dedikasi, Bertumbuh dari Prestasi. Total peserta tercatat 39.558 guru dan tenaga kependidikan dari seluruh Jatim.
Aries menilai ajang ini bukan sekadar lomba, melainkan ruang apresiasi bagi inovasi, kreativitas, dan dedikasi guru. Ia berharap kompetisi tersebut mendorong kolaborasi dan kepemimpinan pendidikan, sekaligus memperkuat jejaring profesional antarsekolah.
“Saya percaya siswa yang berprestasi lahir dari guru-guru yang terus berinovasi dan berdedikasi,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Dindik Jatim meluncurkan program East Java Innovation Education Summit (EJIES) 2026 serta Jatim Learning Digital Vault sebagai bagian dari penguatan inovasi pendidikan.
Dindik Jatim juga menyerahkan donasi sebesar Rp75 juta kepada BPBD Jatim untuk membantu korban bencana alam di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Selatan. Bantuan tersebut berasal dari partisipasi peserta dan mencakup kebutuhan pokok hingga perlengkapan kebersihan. [ipl/but]






