Jember (beritajatim.com).- Memasuki triwulan ketiga 2025, Investasi senilai Rp 2,3 triliun mengalir ke Kabupaten Jember, Jawa Timur. Terbesar adalah sektor perumahan atau real estate.
Ini membuat Pejabat Sekretaris Daerah Jember Akhmad Helmi Luqman bersyukur. “Jember adalah pangsa pasar yang sangat besar dengan 2,5 juta penduduk. Pertumbuhan ekonomi dipengaruhi pengeluaran rumah tangga,” katanya.
“Kami memberikan kemudahan dan gratis tidak ada pungutan yang membebani imvestor untuk berinvestasi di Jember,” katanya di sela-sela pembukaan gerai Super Indo di pusat pertokoan TransMart, Kamis (4/12/2025).
Menurut Helmi, Pemkab Jember juga mendampingi pengurusan dokumen. “Kami juga mendampingi investor yang mencari tempat dan lokasi. Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu juga akan mendampingi keliling Jember. Nanti akan diberikan tempat strategis untuk berinvestasi di Jember,” katanya.
Sementara itu Priyo Dwi Utomo, Corporate Communication Department Head Superindo mengatakan, potensi ekonomi Jember cukup baik. “Ini gerai perdana kami di Jember. Tapi di Indonesia ada 267 gerai,” katanya
Priyo mengatakan saat ini 30 persen pegawai adalah warga lokal Jember. Namun ke depan ia berharap seluruh pegawai Superindo adalah warga Jember.
Apalagi sebagian barang yang dijual, termasuk buah-buahan, berasal dari pelaku usaha mikro kecil nenengah di Jsmber. [wir/aje]







1 Komentar
percuma jalanan aza masih berlobang dimana,
pemerintah maunya apa bener doang